Partai Pro-Tentara Unggul Pemilu, Oposisi Thailand Curiga

CNN Indonesia | Senin, 25/03/2019 15:09 WIB
Partai Pro-Tentara Unggul Pemilu, Oposisi Thailand Curiga Partai pro-tentara, Palang Pracharat, unggul dalam hitung cepat suara pemilihan umum Thailand pada Minggu (24/3), menimbulkan kecurigaan dari kubu oposisi. (Reuters/Athit Perawongmetha)
Jakarta, CNN Indonesia -- Partai pro-militer, Palang Pracharat, dilaporkan unggul sementar dalam hitung cepat suara pemilihan umum Thailand pada Minggu (24/3), menimbulkan kecurigaan dari kubu oposisi.

"Ada kecurigaan surat suara tambahan sehingga jumlah surat suara lebih banyak dari jumlah pemilih di sejumlah daerah," ujar Ladawan Wongsriwong, juru bicara rival Palang Pracharat, partai Pheu Thai.
Selain itu, Wongsriwong juga mendapatkan sejumlah laporan mengenai pembelian suara di beberapa daerah.

Partai Pheu Thai pun sedang mempertimbangkan untuk mengajukan keluhan ke Komisi Pemilihan Umum dalam waktu dekat.


Dari 94 persen suara yang terhitung hingga Minggu (24/3) malam, Partai Palang Pracharat menempati posisi teratas dengan perolehan suara 7,69 juta.
Sementara itu, partai yang terkait dengan mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra, Pheu Thai, meraih 7,23 juta suara. Sebagai kubu yang selalu menang pemilu sejak 2001, angka ini sangat jauh dari prediksi sebelumnya.

Meski demikian, Partai Pheu Thai diprediksi masih bisa mendapatkan banyak kursi di parlemen dalam periode mendatang.

Berdasarkan prediksi Reuters, Partai Pheu Thai akan mendapatkan setidaknya 129 kursi dari 350 kursi. Sementara itu, Partai Palang Pracaharat diprediksi hanya meraup 102 kursi.
Selain itu, peserta pemilu juga memperebutkan 150 kursi di majelis rendah senat Thailand. Dengan demikian, secara keseluruhan ada 500 kursi yang diperebutkan.

Kelima ratus orang itu nantinya akan berkumpul untuk memilih calon perdana menteri yang bakal dilantik menjadi pemimpin baru.

Dari keseluruhan kursi tersebut, 250 di antaranya akan ditunjuk oleh junta militer yang berada di bawah kekuasaan PM Prayuth Chan O-cha, calon petahana dari Partai Palang Pracharat.
Peluang Prayuth untuk menang pun kian besar karena dengan aturan tersebut, kubunya hanya memerlukan 126 kursi di majelis rendah untuk dapat menang.

Tak hanya politikus, warga pun menyuarakan kecurigaan mereka di jejaring sosial hingga tanda pagar "Komisi Pemilu kacau" dan "Kecurangan pemilu" menempati urutan pertama dan ketiga di Twitter di Thailand. (has/has)