Pengadilan Thailand Bubarkan Partai Pengusung Kakak Raja

CNN Indonesia | Jumat, 08/03/2019 01:09 WIB
Pengadilan Thailand Bubarkan Partai Pengusung Kakak Raja Ilustrasi kerajaan Thailand. (REUTERS/Athit Perawongmetha)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mahkamah Konstitusi Thailand membubarkan Partai Thai Raksa Chart yang sempat mengusung Putri Ubolratana Rajakanya Sirivadhana Barnavadi sebagai calon perdana menteri, Kamis (7/3).

Sembilan hakim MK Thailand menyatakan Thai Raksa Chart, salah satu partai yang didirikan para loyalis klan Shinawatra, bersalah karena melanggar konstitusi dengan mencalonkan keluarga kerajaan dalam pemilu.

"Monarki berada di atas politik. Dan untuk mempertahankan netralitas politik, raja, ratu, dan putri tidak pernah bisa menggunakan hak politik dengan memberikan suara," kata hakim Nakharin Mektrairat di akhir putusan.


Pembubaran partai dilakukan menjelang pemilihan umum pada 24 Maret mendatang. Tak hanya itu, MK Thailand juga melarang sejumlah petinggi partai, termasuk dua anggota keluarga Shinawatra terjun ke dunia politik selama satu dekade.


Shinawarta merupakan rival pemerintah junta militer Thailand pimpinan Perdana Menteri Prayuth Chan-o-Cha.

Sejumlah petinggi Thai Raksa Chart yang hadir dalam persidangan, termasuk pemimpin partai Preechapol Pongpanich, keluar dengan wajah muram setelah mendengar putusan hakim.

Dikutip AFP, pembubaran Thai Raksa Chart partai menjadi ganjalan besar bagi klan Shinawatra yang berupaya memenangkan mayoritas parlemen dalam pemilu akhir bulan nanti.

Langkah itu dilakukan klan Shinawarta guna mengambil kembali kekuasaan yang pernah direbut oleh rezim militer Prayuth dalam kudeta 2011 lalu.


Thai Raksa Chart semula dibentuk oleh para pendukung mantan perdana menteri Thaksin Shinawatra sebagai upaya berjaga-jaga jika partai utama mereka, Pheu Thai, dibubarkan oleh pemerintah sebelum pemilu. Partai ini sebelumnya telah mengusung 108 anggotanya untuk memperebutkan kursi parlemen di 174 daerah.

Selain Thai Raksa Chart, MK Thailand juga pernah membubarkan dua partai lainnya yang berkaitan dengan dinasti Shinawarta dalam 13 tahun terakhir setelah mantan PM Thaksin digulingkan dalam kudeta pada 2006 lalu.

Tak hanya dari pemerintah, pencalonan Putri Ubolratana oleh Thai Raksa Charta juga memicu amarah dari sang adik yakni Raja Maha Vajiralongkorn.

Raja Vajiralongkorn bahkan mengeluarkan perintah kerajaan yang mendeklarasikan bahwa pencalonan kakaknya di pemilu merupakan langkah yang tidak pantas.

[Gambas:Video CNN] (rds/agi)