Parlemen Inggris Kembali Gagal Sepakati Persyaratan Brexit

CNN Indonesia | Selasa, 02/04/2019 07:30 WIB
Parlemen Inggris Kembali Gagal Sepakati Persyaratan Brexit Aksi unjuk rasa warga Inggris yang mendukung dan menolak Brexit. (REUTERS/Henry Nicholls)
Jakarta, CNN Indonesia -- Setelah mengambil alih proses pembahasan skema keluar dari keanggotaan Uni Eropa (Brexit), parlemen Inggris lagi-lagi gagal menyetujui solusi alternatif dalam pemungutan suara yang digelar Senin (1/4) malam waktu setempat. Hal ini membuat sikap Inggris terkait Brexit semakin tidak jelas dan kacau balau, padahal tenggat yang tersisa tinggal sepuluh hari dan sudah dimundurkan dari yang semula ditetapkan pada 31 Maret.

Seperti dilansir AFP, Selasa (2/4), Majelis Rendah kemarin kembali melakukan voting untuk membahas delapan poin solusi alternatif Brexit. Namun, mereka kembali gagal meraih suara mayoritas seperti pekan lalu.

Delapan poin usulan alternatif untuk Brexit itu kembali dipangkas menjadi empat. Namun, tidak ada satu pun yang meraih suara mayoritas.


Dua poin yang nyaris disepakati hanya usul untuk menggelar jajak pendapat kedua dan perundingan untuk tetap memberlakukan aturan bea cukai Uni Eropa secara permanen. Mereka akan rapat lagi pada Rabu (3/4) untuk membahas usulan solusi alternatif Brexit.
Menteri Urusan Brexit, Steve Barclay, menyatakan melihat perkembangan situasi, mereka akan mengajukan proposal Brexit keempat pada pekan ini. Hal itu untuk menghindari penundaan Brexit, yang berarti turut menunda pemilihan Parlemen Eropa pada Mei mendatang. Padahal, parlemen sudah tiga kali menolak usul yang diajukan Perdana Menteri Theresa May.

"Kabinet akan rapat untuk mempertimbangkan bagaimana langkah selanjutnya," kata Barclay.

Uni Eropa sudah meminta seluruh anggotanya hadir dalam rapat darurat pada 10 April mendatang. Jika Inggris tidak juga memutuskan sikap, maka mereka kemungkinan besar akan meninggalkan Uni Eropa tanpa kesepakatan dan bisa berdampak buruk terhadap sistem perekonomian kawasan dan Inggris.

[Gambas:Video CNN]

"Kami sangat sabar menghadapi teman-teman di Inggris, tetapi sabar juga ada batasnya," kata Ketua Komisi Eropa, Jean-Claude Juncker.

Sikap pesimis juga ditunjukkan oleh Ketua Komite Brexit Parlemen Eropa, Guy Verhofstadt. Dia menyatakan rapat parlemen Inggris soal Brexit pada Rabu besok menjadi jalan terakhir untuk mengambil keputusan.

"Brexit tanpa kesepakatan sepertinya tidak terelakkan. Inggris punya kesempatan terakhir untuk memecah kebuntuan atau menghadapi masalah," kata Verhofstadt.
Uni Eropa sudah memundurkan tenggat keputusan Brexit hingga 12 April mendatang. Jika tidak ada keputusan, kemungkinan besar Inggris akan keluar dari Uni Eropa tanpa kesepakatan, yang berdampak luas terhadap seluruh sistem yang selama ini sudah berjalan. (ayp/ayp)