Menlu Sebut Tak Ada Lagi WNI Ditawan Kelompok Abu Sayyaf

CNN Indonesia | Kamis, 11/04/2019 18:01 WIB
Menlu Sebut Tak Ada Lagi WNI Ditawan Kelompok Abu Sayyaf Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi. (CNNIndonesia/Natalia Santi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, menyatakan saat ini seluruh warga Indonesia yang disandera kelompok militan di Filipina, Abu Sayyaf, sudah dibebaskan. Selama ini tercatat ada 36 WNI yang ditawan militan itu.

"Hal ini membahagiakan karena proses pembebasan ini menandai pembebasan 36 WNI yang disandera kelompok bersenjata Filipina Selatan," tutur Retno di Gedung Kementerian Luar Negeri, Kamis (11/4).
Hari ini Kemlu melakukan serah terima dua anak buah kapal asal Indonesia, Heri Ardiansyah dan mendiang Hariadin. Keduanya adalah WNI yang paling terakhir ditawan oleh Abu Sayyaf.

Sejak 2016, 36 WNI disandera kelompok bersenjata di Filipina Selatan. Pemerintah Indonesia dan Filipina terus bekerja sama agar seluruh sandera bebas.


Hariadin bersama Heri Ardiansyah dan seorang WN Malaysia, Jari Abdullah, diculik saat melaut di Perairan Kinabatangan, Sandakan, Malaysia pada 5 Desember 2018.
Ketiganya diculik kelompok bersenjata di Flipina Selatan saat sedang bekerja di kapal penangkap ikan berbendera Malaysia SN259/4/AF.

Meski tak ada lagi sandera, kata Retno, kelompok Abu Sayyaf masih beroperasi di Filipina. Oleh sebab itu, ia menyatakan kerja sama bersama negara-negara sahabat tetap diperlukan demi keamanan perairan.

"Yang dapat kami lakukan antara lain berdasarkan kerja sama trilateral kami perkuat untuk menjaga keamanan Perairan Sulu," tuturnya.
Kerja sama yang melibatkan Indonesia, Malaysia, dan Filipina dilakukan sejak 2016. Enam hal menjadi fokus utama kerja sama yakni patroli bersama, bantuan darurat, berbagi informasi intelijen, saluran komunikasi cepat, latihan bersama, dan sistem identifikasi otomatis. (chr/ayp)