Dalai Lama Dibolehkan Pulang Usai Dirawat Karena Infeksi Dada

CNN Indonesia | Jumat, 12/04/2019 13:26 WIB
Dalai Lama Dibolehkan Pulang Usai Dirawat Karena Infeksi Dada Ilustrasi pemimpin spiritual Tibet, Dalai Lama. (REUTERS/Denis Balibouse)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemimpin spiritual TibetDalai Lama ke-14, dilaporkan sudah dibolehkan pulang setelah dirawat di rumah sakit di New Delhi, India. Dokter sempat mendiagnosa dia mengalami infeksi dada.

Sekretaris pribadi Dalai Lama, Tenzin Taklha, mengatakan Dalai Lama diizinkan pulang setelah tiga hari dirawat.

"Dia keluar rumah sakit pukul 08.00 (waktu setempat). Dia sangat baik sekarang," ujar Tenzin Taklha, seperti dilansir AFP, Jumat (12/4).


Kemarin, Taklha mengatakan Dalai Lama yang berusia 83 tahun itu sudah kembali ke kegiatan normalnya dan melakukan sejumlah latihan olahraga.
Media lokal melaporkan pemenang hadiah nobel perdamaian itu kemungkinan akan bermukim di New Delhi selama beberapa hari, sebelum kembali ke kediamannya di wilayah perbukitan Dharamsala. Rumah itu adalah tempat pengasingannya selama enam dekade terakhir.

Dalai Lama sempat mengeluh tidak enak badan dan langsung diterbangkan ke New Delhi untuk diperiksa. Ia didiagnosa mengalami infeksi di dada sehingga dirawat karena diminta beristirahat selama beberapa hari.

Dalai lama harus mengasingkan diri dari Tibet pada 1959 sebagai dampak pemberontakan yang gagal melawan pendudukan China. Rezim komunis China sembilan tahun sebelumnya lebih dulu mengirim Tentara Merah untuk menyerbu Tibet dan menumbangkan pemerintahan kerajaan setempat.
Dia lantas pergi ke India, karena menawarkan suaka, dan bermukim di Kota Dharamsala. Sejak itu dia terus menyebarkan ajaran Buddha dan mengkampanyekan kemerdekaan Tibet.

Dalai Lama yang semakin uzur menyatakan kepada pendukungnya dia meyakini penerusnya berada di India. Dia meminta pengikutnya tidak mempercayai klaim China soal penerusnya jika dia wafat sewaktu-waktu.

Para pengikutnya juga ketar-ketir tentang siapa yang akan kelak meneruskan pemegang gelar Dalai Lama. Sebab, selama ini mereka menganggap Dalai Lama adalah simbol perlawanan penduduk Tibet atas penjajahan China.

[Gambas:Video CNN]

Mereka khawatir jika Dalai Lama meninggal, maka gerakan mereka untuk kemerdekaan Tibet bisa kehilangan legitimasi. Selama ini sejumlah warga dan pemuka agama di Tibet kerap melakukan aksi bakar diri sebagai wujud protes atas pendudukan pemerintah China. (chr/ayp)