Ayah Julian Assange Minta Australia Lindungi Putranya

AFP, CNN Indonesia | Minggu, 14/04/2019 18:12 WIB
Ayah Julian Assange Minta Australia Lindungi Putranya Pendiri Wikileaks, Julian Assange, pada pekan lalu ditangkap oleh kepolisian Inggris. (NIKLAS HALLE'N / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ayah pendiri Wikileaks Julian Assange meminta pemerintah Australia membawa pulang anaknya dan mengatakan dirinya kaget melihat kondisi Assange setelah ditangkap di London, pekan lalu.

John Shipton --sekretaris Partai WikiLeaks ketika anaknya mencalonkan diri untuk mendapatkan kursi di senat pada Pemilihan Umum 2013-- mengaku terus mengunjungi Assange di London setiap natal.

Assange, seorang berkewarganegaraan Australia, sejak 2012 meminta perlindungan di Kedutaan Ekuador di London tersebut.


"DFAT (Kementerian Luar Negeri) dan juga perdana menteri seharusnya dalam cara-cara tertentu melakukan sesuatu," kata Shipton kepada harian Melbourne, Sunday Herald Sun.

"Ini bisa diselesaikan dengan memuaskan seluruh pihak. Sempat ada perbincangan pada suatu rapat antara senator dan pejabat senior kemenlu untuk mengekstradisi Julian ke Australia."

Shipton mengatakan ia terkejut melihat kondisi putranya saat ditangkap di Kedutaan Ekuador pada Kamis lalu. Saat ini Assange juga terancam bakal diekstradisi ke Amerika Serikat dan terkena hukuman hingga lima tahun penjara.

"Saya melihatnya, cara mereka menarik tubuhnya saat menuruni tangga, para polisi, dia (Assange) tidak terlihat dalam kondisi bagus. Saya 74 tahun dan saya terlihat lebih baik darinya yang berusia 47 tahun. Ini sangat mengagetkan," kata Shipton.

"Selama berbulan-bulan ia tinggal layaknya seorang narapidana di penjara dengan pengamanan ketat, dan ia bahkan tidak bisa pergi ke toilet. Setiap pergerakannya diawasi kamera."

Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, pada Jumat mengatakan Assange tidak akan menerima perlakuan khusus dari pemerintah.

Sejak 2012, Assange bersembunyi di kedutaan Ekuador di London untuk menghindari ekstradisi ke Swedia akibat dugaan pelecehan seksual yang selalu dibantahnya.

Menurut beberapa teman dan pengikutnya, Assange bersembunyi di kedutaan Ekuador karena takut ditangkap dan diekstradisi ke Amerika Serikat.

Pada Desember lalu, Ekuador memberikan kewarganegaraan kepada Assange dan berusaha memasukkan namanya ke dalam daftar anggota misi diplomatik negara itu di Inggris dan Rusia. Hal itu dilakukan demi meyakinkan Assange aman untuk meninggalkan kedutaan. Namun, Inggris menolak permintaan itu.

Assange sendiri menjadi buronan kasus dugaan konspirasi bersama mantan analis militer AS, Bradley Edward Manning alias Chelsea Elizabeth Manning. Keduanya diduga bahu-membahu mengunduh data rahasia.

Kementerian Kehakiman AS menyatakan kasus itu adalah salah satu pencurian informasi terbesar dalam sejarah Amerika Serikat.
(vws)