Aparat Sri Lanka Temukan Bom di Dekat Bandara Kolombo

CNN Indonesia | Senin, 22/04/2019 11:11 WIB
Aparat Sri Lanka Temukan Bom di Dekat Bandara Kolombo Ilustrasi aparat Sri Lanka. (AP Photo/Eranga Jayawardena)
Jakarta, CNN Indonesia -- Aparat keamanan Sri Lanka menemukan dan menjinakkan sebuah bom pipa yang ditemukan di dekat bandara utama Kolombo, Bandara Internasional Bandaranaike, pada Minggu (21/4) malam.

Bom tersebut ditemukan beberapa jam setelah delapan serangan bom menerjang empat hotel-hotel dan gereja-gereja di ibu kota di hari perayaan Paskah.
Seorang sumber kepolisian mengatakan kepada AFP bahwa bom pipa "buatan sendiri" itu ditemukan di sebuah jalan menuju terminal utama bandara dengan keamanan ketat. 

"Itu adalah bom rakitan dengan bahan peledak yang dimasukkan ke dalam pipa," ucap sumber tersebut.


Juru bicara Angkatan Udara Sri Lanka, Gihan Seneviratne, meyakini bahan peledak itu adalah buatan lokal.
Sementara itu, seorang juru bicara militer lainnya mengonfirmasi bahwa bom pipa sepanjang enam kaki itu sudah dijinakkan.

"Kami telah menjinakkannya dengan aman di lokasi angkatan udara," katanya.

Penemuan bom itu sempat menimbulkan gangguan pada jadwal penerbangan di bandara. Maskapai nasional, Sri Lankan, meminta para penumpang melapor ke konter check-in setidaknya empat jam sebelum keberangkatan karena pemeriksaan keamanan di bandara diperketat. 

Sri Lanka memperketat keamanan setelah delapan ledakan mengguncang negara tersebut dan menewaskan setidaknya 200 orang.

[Gambas:Video CNN]

Sebanyak 32 korban tewas adalah warga asing. Puluhan orang tersebut di antaranya berasal dari Inggris, Amerika Serikat, India, Denmark, Turki, dan Portugal.

Sampai saat ini, belum ada pihak yang mengklaim sebagai dalang di balik rangkaian serangan ini. Namun, Perdana Menteri Ranil Wickremsinghe memastikan bahwa pemerintah sudah mengetahui "informasi awal mengenai ledakan tersebut."

Sejauh ini, aparat keamanan juga tela menangkap 13 orang yang diduga terlibat dengan serangkaian serangan bom itu. Belasan tersangka itu dikabarkan berasal dari kelompok radikal yang sama. (rds/has)