Poroshenko Mengaku Kalah, Pelawak Menang Pilpres Ukraina

CNN Indonesia | Senin, 22/04/2019 14:25 WIB
Mantan presiden Ukraina, Petro Poroshenko, mengakui kekalahannya dari komedian Volodymyr Zelensky dalam pemilihan umum presiden pada Minggu (21/4). Mantan presiden Ukraina, Petro Poroshenko, mengakui kekalahannya dari komedian Volodymyr Zelensky dalam pemilihan umum presiden pada Minggu (21/4). (Reuters/Valentyn Ogirenko)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan presiden Ukraina, Petro Poroshenko, mengakui kekalahannya dari komedian Volodymyr Zelensky dalam pemilihan umum presiden pada Minggu (21/4).

Poroshenko mengatakan hasil pemungutan suara "sudah jelas" dijadikan alasan untuk memberikan selamat "kepada lawan saya."

"Saya akan meninggalkan kantor kepresidenan, tapi saya ingin menegaskan bahwa saya tidak akan keluar dari politik," ucap Poroshenko di depan para pendukungnya di markas kampanyenya.


Meski menerima kekalahan, Poroshenko meminta dunia internasional terus membantu dan melindungi Ukraina yang pro-Barat dari kelompok separatis dan Rusia.

"Kami menyadari bahwa Kremlin mungkin menikmati hasil pemilihan presiden ini," kata Poroshenko seperti dikutip AFP.
Berdasarkan rekapitulasi 85 persen suara nasional yang hampir rampung, Zelensky berhasil meraup 73,2 persen suara dalam pilpres kemarin. Sementara itu, Poroshenko hanya mendapat 24,4 persen dukungan.

Hasil pemilu kemarin menjadi cukup mengejutkan lantaran di awal kampanyenya, pencalonan Zalensky menjadi lelucon sebagian besar pihak.

Namun, warga Ukraina dianggap memang sudah muak dan frustrasi dengan ketidakadilan sosial, korpusi, dan perang separatis selama ini.

Zelensky tidak punya pengalaman dalam berpolitik sama sekali. Ia hanya pernah berperan sebagai seorang presiden dalam sebuah sinetron televisi yang ia bintangi.
Bintang serial televisi "Servant of the People itu" sekarang benar-benar mengambil alih kendali sebuah negara berpenduduk 45 juta jiwa itu secara nyata.

"Saya tidak akan pernah mengecewakan kalian," kata Zelensky kepada para pendukung di markas kampanyenya.

"Saya bisa memberitahu semua negara bekas Uni Soviet, 'Lihat kami! Semua hal itu mungkin!'" katanya.

Dia juga membangga-banggakan pemilu Ukraina yang menurutnya telah diikuti oleh warga dengan semangat.

Pernyataan Zelensky itu diduga ditujukan untuk menyindir tetangganya, Rusia. Selama 20 tahun lebih, Rusia dipimpin oleh Presiden Vladimir Putin.

[Gambas:Video CNN]

Ucapan selamat mulai mengalir untuk Zelensky, mulai dari Presiden Perancis, Emmanuel Macron, hingga Presiden Polandia, Andrzej Duda.

Inggris melalui Menteri Luar Negeri Jeremy Hunt turut mengucapkan selamat kepada Zelensky. "Anda sekarang benar-benar menjadi pelayan masyarakat," ucapnya melalui Twitter.

Selain memberi ucapan selamat, Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg, dan Presiden Dewan Uni Eropa, Donald Tusk, juga mengatakan siap memperkuat kerja sama dengan Ukraina di era Zelensky.

Kedutaan Besar Amerika Serikat di Ukraina juga mengucapkan selamat melalui Twitter yang berbunyi, "Kami mengucapkan selamat kepada presiden terpilih, Volodymyr Zelensky." (rds/has)