Jumlah Korban Tewas Gempa Filipina Bertambah Jadi 15

CNN Indonesia | Selasa, 23/04/2019 15:44 WIB
Jumlah Korban Tewas Gempa Filipina Bertambah Jadi 15 Ilustrasi gempa di Filipina. (REUTERS/Roel Catoto-Mindanews)
Jakarta, CNN Indonesia -- Korban meninggal dalam gempa bumi di Pulau Luzon, Filipina kini mencapai 15 orang dari awalnya 8 orang. Tim penyelamat berkejaran dengan waktu untuk mengevakuasi warga yang tertimbun reruntuhan, setelah gempa susulan kembali terjadi pada Selasa (23/4) siang waktu setempat.

Seperti dilansir Reuters, tim penyelamat mengerahkan alat berat hingga anjing pelacak untuk mencari warga yang tertimbun reruntuhan. Mereka terdiri dari tentara, pemadam kebakaran, paramedis, sampai tim SAR.
Sejumlah bangunan pertokoan bertingkat di kawasan Porac, sekitar 110 kilometer dari Ibu Kota Manila, roboh. Wali Kota Porac, Condralito Dela Cruz, menyatakan mereka masih bisa mendengar rintihan korban yang masih hidup dari bawah reruntuhan.

"Kami tidak yakin berapa orang yang terjebak," kata Cruz.


Gempa berkekuatan magnitudo 6,1 mengguncang pada Senin (22/4) pukul 17.00 waktu setempat. Hari ini terjadi gempa susulan dengan magnitudo 6,5 di kawasan Samar, selatan Filipina.

Gempa itu mengganggu sistem transportasi kereta api. Aparat juga langsung memeriksa tingkat kerusakan bangunan yang lain. Bursa saham juga ditutup sementara, dan lelang obligasi juga dibatalkan.
Bandara internasional Clark di Pampanga juga rusak akibat gempa itu. Kegiatan bandara sementara ini ditutup. Salah satu gereja bersejarah di provinsi itu juga rusak akibat gempa.

Filipina sama seperti Indonesia yang berada di wilayah Cincin Api Pasifik. Aktivitas kegempaan dan vulkanik di kawasan ini sangat aktif, terbukti dengan beberapa kali terjadi gempa besar dan juga sempat memicu tsunami. (ayp/ayp)