Tiba di Rusia, Kim Jong-un Harap Diskusi dengan Putin Sukses

CNN Indonesia | Rabu, 24/04/2019 16:00 WIB
Tiba di Rusia, Kim Jong-un Harap Diskusi dengan Putin Sukses Kim Jong-un dilaporkan sudah tiba di Rusia dan berharap pertemuannya dengan Presiden Vladimir Putin sukses dan membawa pencerahan untuk isu denuklirisasi. (Press Service of Administration of Primorsky Krai/Alexander Safronov/Handout via Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kim Jong-un dilaporkan sudah tiba di Vladivostok dan berharap pertemuannya dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, berjalan sukses dan membawa pencerahan untuk pembicaraan denuklirisasi.

"Saya harap pembicaraan ini sukses dan berguna. Saya harap kami dapat mendiskusikan pertanyaan konkret mengenai negosiasi damai terkait Semenanjung Korea dan hubungan bilateral kami," ujar Kim sebagaimana dikutip Reuters, Rabu (24/4).
Kim tiba di Vladivostok setelah menempuh perjalanan panjang dengan kereta lapis baja. Berangkat dari Korut pada Selasa (23/4), Kim dan rombongannya sempat singgah sejenak di Stasiun Hasan di dekat perbatasan dengan Rusia sebelum melanjutkan perjalanan ke Vladivostok.

Di sana, Kim akan bertemu dengan Putin pada Kamis (25/4) untuk membicarakan perundingan mengenai perlucutan senjata nuklir dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang kini mandek.


Seorang anggota penasihat Presiden Rusia, Yuri Ushakov, mengatakan bahwa Putin akan mendukung keputusan apa pun yang diambil Kim dalam pertemuannya dengan Trump selanjutnya.
Lawatan pemimpin tertinggi Korut ke Rusia ini dilaksanakan dua bulan setelah pertemuan Kim dan Trump di Vietnam pada Februari lalu berhenti tanpa kesepakatan apa pun.

Dalam konferensi pers setelah pertemuan di Hanoi tersebut, Trump membeberkan bahwa AS sebenarnya sudah menyiapkan satu dokumen kesepakatan yang dapat ditandatangani usai konferensi tingkat tinggi dengan Kim.

Menurut Trump, Kim menawarkan menutup sejumlah situs peluncuran rudal dan kompleks nuklir dengan timbal balik AS mencabut sanksi atas Korut.

[Gambas:Video CNN]

Sementara itu, Trump ingin Korut melucuti senjata nuklir secara keseluruhan, baru AS dapat mencabut sanksi atas negara pimpinan Kim tersebut.

Di akhir pertemuan, Trump memilih untuk tak meneken dokumen apa pun karena tidak mencapai kesepakatan mengenai denuklirisasi. (has/has)