Menlu AS Menolak Keluar dari Pembicaraan Nuklir dengan Korut

ain, CNN Indonesia | Sabtu, 20/04/2019 00:25 WIB
Menlu AS Menolak Keluar dari Pembicaraan Nuklir dengan Korut U.S. President Donald Trump, U.S. Secretary of State Mike Pompeo, White House national security adviser John Bolton and acting White House Chief of Staff Mick Mulvaney attend the extended bilateral meeting in the Metropole hotel with North Korea's leader Kim Jong Un and his delegation during the second North Korea-U.S. summit in Hanoi, Vietnam February 28, 2019. REUTERS/Leah Millis
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo mengatakan dirinya tak akan keluar, dan masih bertanggung jawab dalam tim yang akan melakukan perundingan antara AS dan Korea Utara. Sikap Pompeo disampaikan menyusul desakan Korut yang meminta AS tanpa Pompeo dalam meja perundingan.

"Tidak ada yang berubah," kata Pompeo setelah pertemuan dengan menteri luar negeri dan pertahanan Jepang, Jumat (19/4) dikutip AFP.

Pompeo mengatakan pihaknya masih akan terus bekerja dan memastikan posisinya dalam perundingan. "Masih memimpin tim," katanya.


Sebelumnya, Korea Utara menuntut AS untuk mengeluarkan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo dari tim perundingan soal denuklirisasi karena dianggap memperlambat diskusi.


"Saya khawatir jika Pompeo terlibat lagi dalam perundingan, meja akan terlalu berisik dan pembicaraan akan terbengkalai," ujar direktur jenderal Departemen urusan AS di Kementerian Luar Negeri Korut kepada AFP, Kamis (18/4).

"Karena itu, bahkan jika pembicaraan dapat dilanjutkan dengan AS, saya harap lawan dialog kami bukan Pompeo, tapi orang lain yang lebih hati-hati dan dewasa dalam berkomunikasi dengan kami."

Pompeo melakukan perjalanan empat kali tahun lalu ke Pyongyang dan mengatakan bahwa Kim telah berkomitmen secara umum untuk menyerahkan program nuklirnya sebagai bagian dari kesepakatan dengan Amerika Serikat.

Namun desakan ini muncul setelah Korut mengumumkan bahwa mereka berhasil menguji coba senjata taktis terbaru. Dalam operasi uji coba itu, Kim mengatakan bahwa senjata terbaru ini merupakan salah satu perkembangan "yang paling signifikan dalam kekuatan tempur Tentara Rakyat."

(ain)