Mantan Wapres Era Obama Calonkan Diri Jadi Presiden AS

CNN Indonesia | Kamis, 25/04/2019 18:38 WIB
Mantan Wapres Era Obama Calonkan Diri Jadi Presiden AS Joe Biden, mantan wakil presiden AS era Presiden Barack Obama, mengumumkan bahwa ia akan bertarung dalam pemilihan presiden pada 2020 mendatang. (Reuters/Gary Cameron)
Jakarta, CNN Indonesia -- Joe Biden, mantan wakil presiden Amerika Serikat era Presiden Barack Obama, mengumumkan bahwa ia akan bertarung dalam pemilihan presiden pada 2020 mendatang.

"Nilai dasar negara ini, sikap kita di dunia, demokrasi kita, semua hal yang membuat Amerika menjadi Amerika, sedang dalam ancaman," tulis Biden melalui Twitter.




Menutup pernyataannya, Biden menulis, "Untuk itu, hari ini saya mengumumkan pencalonan saya untuk menjadi Presiden Amerika Serikat."

Biden digadang-gadang menjadi pesaing berat bagi siapa pun yang masuk dalam bursa capres AS. Sebelum Biden mengumumkan pencalonan saja, sejumlah lembaga survei sudah menunjukkan popularitas mantan wapres tersebut.

Lembaga jajak pendapat RealClearPolitics, misalnya, memprediksi Biden akan meraup 29,3 persen dukungan, disusul Bernie Sanders yang mendapatkan 23 persen.
Namun, di sisi lain, pencalonan pria kelahiran 76 tahun silam ini juga menimbulkan sejumlah pertanyaan, termasuk perkara usianya yang dianggap terlalu tua.

Sejumlah pihak juga menganggap haluan politik Biden terlalu "tengah" bagi Partai Demokrat yang selama ini memegang peran sebagai sayap kiri dalam percaturan pemerintahan AS.

Meski demikian, beberapa pengamat menganggap Demokrat sengaja mengusung Biden agar dapat menarik suara kelas pekerja.
Pada pemilu 2016 lalu, suara dari kalangan tersebut banyak tersedot ke kader Partai Republik, Donald Trump, yang akhirnya menang melawan Hillary Clinton.

Biden sendiri dikenal sebagai sosok yang sangat keras mengkritik Trump, terutama terkait kebijakan dan perilaku kekanakan sang presiden.

Tak tinggal diam, Trump pun menyebut Biden "gila." Trump bahkan menyebut bahwa jika bertengkar dengan Biden, ia pasti akan menang telak.

"[Biden] akan kalah telak dan menangis pada akhirnya," kata Trump. (has/has)