Israel Desak Warganya Hengkang dari Sri Lanka Usai Bom Paskah

CNN Indonesia | Kamis, 25/04/2019 20:15 WIB
Israel Desak Warganya Hengkang dari Sri Lanka Usai Bom Paskah Israel meminta warganya keluar dari Sri Lanka karena ada 'ancaman konkret' setelah serangan bom beruntun di Hari Paskah pada Minggu lalu. (Reuters/Dinuka Liyanawatte)
Jakarta, CNN Indonesia -- Israel meminta warganya yang berada di Sri Lanka untuk keluar dari negara tersebut karena ada "ancaman konkret" setelah serangan bom beruntun di Hari Paskah pada Minggu lalu.

Biro kontra-terorisme Israel mengumumkan desakan tersebut melalui satu imbauan perjalanan yang dirilis pada Kamis (25/4).
Mereka kemudian menjelaskan bahwa peringatan itu dirilis "berdasarkan kekhawatiran akan situasi keamanan dan kekhawatiran peristiwa-peristiwa itu belum berakhir atau ada kemungkinan terjadi kembali dalam waktu dekat."

Biro tersebut merujuk pada delapan serangan bom beruntun di sejumlah gereja dan hotel mewah di Sri Lanka pada Ahad lalu.


Secara keseluruhan, rangkaian serangan itu merenggut setidaknya 359 nyawa, termasuk puluhan warga asing, yaitu dari Amerika Serikat, Denmark, dan Inggris.
Hingga kini, aparat Sri Lanka masih memburu tersangka yang diduga terlibat dalam serangan paling mematikan dalam satu dekade tersebut.

Sejauh ini, aparat Sri Lanka sudah menahan lebih dari 50 orang dalam serangkaian operasi besar-besaran.

Pemerintah Sri Lanka sendiri memperingatkan warganya untuk tetap waspada karena masih ada potensi serangan susulan.

[Gambas:Video CNN]

Untuk memperketat keamanan, Sri Lanka menerapkan undang-undang darurat yang memberikan kewenangan bagi aparat untuk menahan tersangka tanpa surat perintah.

Dengan pemberlakuan undang-undang tersebut, diterapkan pula aturan jam malam bagi semua warga sipil di Sri Lanka.  (has/has)