Kim Jong-un Peringatkan AS Situasi Bisa Kembali Tegang

CNN Indonesia | Jumat, 26/04/2019 13:32 WIB
Kim Jong-un Peringatkan AS Situasi Bisa Kembali Tegang Pemimpin tertinggi Korut, Kim Jong-un, memperingatkan bahwa situasi bisa kembali tegang jika AS bersikap egois dalam perundingan perlucutan senjata nuklir. (Reuters/Athit Perawongmetha)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un, memperingatkan bahwa situasi bisa kembali tegang jika Amerika Serikat terus bersikap egois dalam perundingan perlucutan senjata nuklir.

Peringatan ini disampaikan saat Kim bertemu dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, di Vladivostok pada Kamis (25/4). Ia lantas meminta Putin untuk menyampaikan peringatan itu ke pihak AS.
"Situasi di Semenanjung Korea dan kawasan masih mandek dan sudah mencapai titik kritis dan bisa kembali ke situasi awal karena AS bersikap sepihak dan beritikad buruk dalam pertemuan tingkat tinggi kedua Korut-AS," ujar Kim seperti dilansir kantor berita pemerintah Korut, KCNA.

Sampai saat ini, perundingan mengenai denuklirisasi antara Korut dan AS memang sedang mandek, terutama setelah pertemuan Kim dengan Presiden Donald Trump di Vietnam pada Februari lalu berakhir tanpa kesepakatan apa pun.


Dalam konferensi pers setelah pertemuan di Hanoi tersebut, Trump membeberkan bahwa AS sebenarnya sudah menyiapkan satu dokumen kesepakatan yang dapat ditandatangani usai konferensi tingkat tinggi dengan Kim.
Menurut Trump, Kim menawarkan menutup sejumlah situs peluncuran rudal dan kompleks nuklir dengan timbal balik AS mencabut sanksi atas Korut. 

Sementara itu, Trump ingin Korut melucuti senjata nuklir secara keseluruhan, baru AS dapat mencabut sanksi atas negara pimpinan Kim tersebut.

Duta Besar AS untuk Jepang, William Hagerty, pun menganggap Kim sengaja mengadu ke Putin agar mendapatkan dukungan dalam upaya meringankan sanksi internasional atas Korut.

"Pertemuan Kim Jong-un dan Vladimir Putin menegaskan fakta bahwa sanksi itu berhasil dan sanksi itu membuat tekanan ekonomi besar pada rezim Korut," ucapnya sebagaimana dikutip Reuters.

[Gambas:Video CNN]

Menutup pernyataannya, Hagerty berkata, "Yang kita lihat adalah upaya mencari pertolongan dan mencari jalan untuk mengatasinya. Ada cara yang lebih sederhana untuk mencapai itu, yaitu dengan denuklirisasi."

Sementara itu, pihak Korea Selatan yang selama ini menjembatani AS-Korut, menganggap Kim sedang berupaya memperkuat posisi negosiasi dengan berkunjung ke Rusia.

"Korut tampaknya berupaya memperluas posisi negosiasinya dengan AS," tutur Duta Besar Korsel untuk AS, Cho Yoon-je, kepada Yonhap.

"AS sendiri terus mengirimkan pesan ke Korut melalui jalur-jalur yang ada bahwa mereka terbuka untuk berdialog. Harapannya adalah Korut bisa merespons ketika jadwal diplomatik Kim sudah rampung." (has)