Polusi Kian Parah, Taj Mahal Dipasangi Alat Pembersih Udara

CNN, CNN Indonesia | Rabu, 06/11/2019 17:46 WIB
Polusi Kian Parah, Taj Mahal Dipasangi Alat Pembersih Udara Polusi udara di India dilaporkan kian parah. (Foto: CNN Indonesia/Lesthia Kertopati)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polusi udara New Delhi dilaporkan semakin parah dalam beberapa waktu terakhir, bahkan levelnya tiga kali lipat melampaui Beijing. Dalam tiga tahun terakhir, polusi udara kali ini tercatat sebagai yang terparah yang terjadi di ibu kota India.

Taj Mahal, salah satu bangunan ikonis tak luput dari musibah ini. Dua unit mobil khusus pembersih udara (air purifier) sengaja diparkir di dekat Taj Mahal untuk membersihkan udara di lokasi sekitarnya.

"Berdasarkan uji coba selama 10 hari, kami tetap berusaha melanjutkan misi selama beberapa waktu lagi untuk menekan angka polusi udara," kata perwakilan Badan Pengendalian Polusi Uttar Pradesh (UPPCB), Bhuvan Prakash Yadav kepada CNN.


Masing-masing mobil disebut bisa memurnikan udara 1,5 juta kubik dalam waktu delapan jam.

Pada Senin (4/11) tingkat PM2.5 di Delhi mencapai 613 mikrogram per meter kubik. Kondisi ini bisa membahayakan saluran pernapasan. Organisasi Kesehatan Dunia merekomendasikan batas maksimum PM2.5 di angka 25.

Pemerintah melarang penggunaan mobil pribadi di jalan-jalan utama. Lebih dari 600 anggota kepolisian diterjunkan untuk menjaga persimpangan jalan di Delhi. Pengguna kendaraan pribadi bisa dijatuhkan denda sebesar 4.000 rupee.

[Gambas:Video CNN]

Di samping membatasi penggunaan kendaraan pribadi, pekan lalu pemerintah juga menghentikan sementara proyek konstruksi. Aktivitas belajar mengajar pun dihentikan hingga Rabu (6/11). Pemerintah telah membagikan masker untuk anak-anak.

Kepala Menteri Delhi, Arvind Kejriwal dalam cuitannya mengatakan kabut asap yang menyelimuti kota membuat orang-orang mengalami gangguan pernapasan.

"Asap di mana-mana dan orang-orang, termasuk anak muda, anak-anak, orang tua kesulitan bernapas. Mata terasa panas. Polusi udara sangat buruk," tulis Kejriwal dalam cuitannya.

Ia menganalogikan polusi udara yang terjadi di Delhi sebagai 'kamar gas'. Selain menekan penggunaan kendaraan pribadi, ia juga mengimbau petani di luar Delhi untuk menghentikan kebiasaan membakar jerami gandum agar tidak memperburuk keadaan.

Sebuah penelitian yang dilakukan tahun lalu mencatat satu juta orang di India setiap tahunnya meninggal dunia akibat polusi udara.

Kondisi polusi udara buruk sebelumnya juga terjadi pada 2018. Selain Taj Mahal, polusi udara juga mengkontaminasi saluran Sungai Yamuna. (evn)