Aparat Sri Lanka Waspadai Teror Susulan Usai Bom Paskah

CNN Indonesia | Senin, 29/04/2019 16:58 WIB
Aparat Sri Lanka Waspadai Teror Susulan Usai Bom Paskah Ilustrasi aparat keamanan Sri Lanka. (REUTERS/Dinuka Liyanawatte)
Jakarta, CNN Indonesia -- Aparat keamanan Sri Lanka menyampaikan peringatan potensi serangan teror susulan. Menurut mereka, para pelaku akan menggunakan bom mobil dan menyamar dengan mengenakan seragam aparat.

"Kemungkinan akan ada gelombang serangan lagi. Menurut informasi para pelaku akan menggunakan kendaraan minibus dan mengenakan seragam aparat," demikian pernyataan kepala Divisi Keamanan Pejabat Tinggi (MSD) Kepolisian Sri Lanka, dalam surat kepada dewan perwakilan dan badan keamanan lain.
Seperti dikutip Reuters, Senin (29/4), Kepolisian Sri Lanka menyatakan diperkirakan kelompok teroris menargetkan lima lokasi serangan pada Minggu (28/4) atau hari ini.

Dalam surat itu, aparat menyatakan lokasi serangan kemungkinan berpusat di Kota Batticaloa di kawasan pantai timur. Kota itu menjadi salah satu target serangan bom pada 21 April lalu dan menewaskan 27 orang.


Laporan itu dibenarkan oleh sejumlah menteri dan anggota dewan perwakilan.

"Kami sudah diberi tahu soal ancaman serangan itu oleh MSD," kata Menteri Kesehatan, Rajitha Senaratne.

Presiden Sri Lanka, Maithripala Sirisena, memberlakukan larangan pemakaian cadar bagi Muslimah dan segala bentuk pakaian lainnya yang menutupi wajah, pada Minggu (28/4) kemarin.
Kebijakan itu diterapkan sepekan setelah rangkaian serangan bom pada peringatan Paskah pada 21 April lalu yang menerjang Kolombo, Negombo, dan Baticaloa. Insiden itu menewaskan 253 orang dan melukai sekitar 500 lainnya.

Kantor kepresidenan menyatakan larangan tersebut berlaku secara efektif mulai hari ini

Aparat juga terus memburu sekitar 140 orang yang diduga terlibat jaringan teroris di Sri Lanka.

Pemerintah Sri Lanka sudah menyatakan kelompok Jemaah Tauhid Nasional (NTJ) dan Jemaah Agama Ibrahim (JMI) sebagai organisasi terlarang. Pemimpinnya, Zahra Hashim, diduga adalah otak serangan teror yang tewas dalam serangan di Hotel Shangri-La.

[Gambas:Video CNN]

Sampai saat ini pemerintah Sri Lanka mengerahkan aparat untuk menjaga rumah ibadah di seluruh negeri. Mereka membatalkan rencana memulai kembali kegiatan belajar mengajar di seluruh sekolah pekan ini, dan memperpanjang pemberlakuan jam malam. (ayp/ayp)