Pengikut Dalang Bom Sri Lanka Mengaku Berencana Serang India

CNN Indonesia | Selasa, 30/04/2019 07:04 WIB
Pengikut Dalang Bom Sri Lanka Mengaku Berencana Serang India Ilustrasi serangan di Sri Lanka. (ISHARA S. KODIKARA/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Riyas Aboobacker, seorang pengikut dalang bom Paskah Sri Lanka, Zahran Hashim, ditahan di India dan mengaku berencana melakukan serangan serupa di negara bagian Kerala.

"Dia mengaku mau melancarkan serangan bunuh diri di Kerala," demikian pernyataan Badan Investigasi Nasional India (NIA) setelah menginterogasi Aboobacker, sebagaimana dilansir AFP pada Senin (29/4).
NIA awalnya menahan Riyas "karena terlibat konspirasi untuk melancarkan aksi terorisme" terkait satu kasus pada 2016 lalu, di mana sejumlah pria India meninggalkan negaranya untuk bergabugn dengan ISIS.

Namun, dalam interogasi tersebut, Riyas mengaku "sudah mengikuti pidato atau video Zahran Hashim yang berada di Sri Lanka lebih dari satu tahun."


Hashim memang kerap mengunggah video berisi pemikirannya yang berhaluan radikal melalui berbagai jejaring sosial.
Ia adalah seorang tokoh Islam di Sri Lanka yang menjadi dalang di balik serangan bom beruntun di sejumlah gereja dan hotel mewah pada Hari Paskah lalu.

Sejumlah sumber mengatakan kepada AFP bahwa sebelum menggencarkan serangan yang menewaskan 253 orang itu, Hashim pernah berkunjung ke Tamil Nadu di dekat Kerala untuk menjalin kontak dengan kelompok Islam di sana.

Hashim juga pernah terlihat dalam sebuah video yang dirilis ISIS, di mana ia mengucap sumpah seria kepada pemimpin kelompok tersebut, Abu Bakr al-Baghdadi.

[Gambas:Video CNN]

Beberapa hari setelah serangan di Sri Lanka, ISIS pun mengklaim bertanggung jawab atas teror yang disebut-sebut paling parah dalam satu dekade belakangan tersebut.

India sendiri sudah memperingatkan potensi serangan di sejumlah gereja besar beberapa pekan sebelum tragedi Paskah itu terjadi. (has/has)