Pemerintah Venezuela Tuding AS Biang Keladi Aksi Kudeta

Reuters, CNN Indonesia | Rabu, 01/05/2019 04:06 WIB
Pemerintah Venezuela Tuding AS Biang Keladi Aksi Kudeta Pemerintah Venezuela yakin segala tindakan kudeta yang dipimpin oleh oposisi Juan Guaido adalah hasil arahan Amerika Serikat. (Reuters/Andres Martinez Casares)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Luar Negeri Venezuela Jorge Arreaza membantah bahwa ada upaya kudeta yang dilakukan militer terhadap Presiden Nicolas Maduro. Arreaza juga menuding pemimpin oposisi Juan Guaido bertindak di bawah arahan Amerika Serikat.

Pada Selasa (30/4), Guaido menyebut bahwa dirinya telah didukung militer bersamaan terjadi kericuhan di dekat pangkalan Angkatan Udara Venezuela di Caracas.

"Ini bukan upaya kudeta dari militer. Ini secara langsung direncanakan di Washington, di Pentagon, dan Kementerian Luar Negeri [AS], dan oleh Bolton," kata Arreaza kepada Reuters yang merujuk penasihat keamanan nasional AS, John Bolton.


"Mereka memimpin kudeta ini dan memberikan perintah kepada pria itu [Juan] Guaido," lanjutnya.

Bentrokan terjadi setelah berbulan-bulan berlangsung ketegangan politik antara Presiden Nicolas Maduro yang didukung oleh Rusia, China, dan Kuba, dengan Guaido yang didukung Amerika Serikat dan 50 negara lainnya sebagai presiden interim.


Arreaza mengatakan Maduro yang telah berkuasa sejak 2013 masih memegang kendali negaranya dengan dukungan militer.

"Dia berada dalam posisi komandonya seperti biasa, dan dia mengendalikan situasi. Dia membuat keputusan pemerintahan setiap hari," kata Arreaza yang mengaku berbicara dengan Maduro empat hingga lima kali pada Selasa (30/4).

Kala ditanya alasan Maduro tak tampil di publik, Arreaza mengatakan, "Anda akan melihat Presiden Maduro dengan rakyatnya di Miraflores [Istana Kepresidenan] lebih cepat dari pada sebelumnya," katanya.

Arreaza juga mengatakan ia memastikan setidaknya 30-an anggota militer memilih berada di sisi Guaido. "Ini 30 dari sekitar 200 ribu, tidak ada apa-apanya," kata Arreaza.

Maduro sendiri sudah menyebut Guaido sebagai boneka Amerika Serikat yang berupaya menggulingkannya dalam kudeta.


Washington sendiri telah menjatuhkan sanksi dengan tujuan menyingkirkan Maduro. Arreaza yang turut menjadi sanksi Washington pada pekan lalu mengatakan pemerintah Venezuela akan bertindak demi menjaga keamanan dan perdamaian.

"Kami tidak mengancam siapa pun dengan kekerasan. Entah Amerika Serikat, entah oposisi," kata Arreaza.

Arreaza mengatakan dirinya telah berbicara kepada perwakilan sejumlah negara di regional dan Eropa yang khawatir mengenai situasi di Venezuela dan mendesak ada dialog.

Namun ia menolak menyebutkan negara-negara yang berbicara kepadanya tersebut sembari menambahkan bahwa pemerintah Maduro selalu terbuka untuk berdialog. (end)