Kerusuhan Venezuela Memanas, KBRI Pantau Kondisi WNI

CNN Indonesia | Rabu, 01/05/2019 09:57 WIB
Kerusuhan Venezuela Memanas, KBRI Pantau Kondisi WNI Suasana demonstrasi anti-Maduro di Caracas, Venezuela, pada 23 Januari 2019. (REUTERS/Adriana Loureiro)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kedutaan Besar RI di Caracas mengatakan seluruh warga Indonesia yang berada di Venzuela dalam keadaan aman menyusul demonstrasi antara pendukung Presiden Nicolas Maduro dan oposisi yang berlangsung rusuh di sejumlah kota.

"Semua WNI aman. WNI di sini semuanya orang KBRI dan anggota keluarga," ucap salah satu pejabat KBRI di Caracas kepada CNNIndonesia.com pada Rabu (1/5).


Berdasarkan pantauan sumber CNNIndonesia.com yang berada di Venezuela, pergerakan massa yang dipimpin oleh pemimpin oposisi, Juan Guaido, telah terlihat sejak Selasa (30/4) pagi.


Sumber mengatakan pergerakan massa oposisi tak hanya terjadi di ibu kota, tapi juga di sejumlah kota lainnya.

Sumber menuturkan Guaido bersama tokoh oposisi lainnya telah mendorong masyarakat untuk turun ke jalan dan melakukan sejumlah aksi penentangan terhadap Maduro.

Guaido menyebut gerakan ini bukan merupakan kudeta, melainkan "fase akhir pembebasan Venezuela".

Sementara itu, sumber menuturkan pihak Maduro memandang aksi Guaido ini sebagai upaya kudeta terhadap pemerintah sehingga memicu bentrokan antara massa pro-Guaido dengan aparat keamanan di beberapa wilayah.

"Hingga saat ini belum terdapat informasi mengenai jumlah korban jiwa karena aksi masih berlanjut. Namun, keadaan sudah mulai dalam kendali aparat keamanan yang memihak kepada pemerintahan Presiden Maduro," ucap sumber tersebut melalui pesan singkat.


Dilansir Reuters, kelompok demonstran bentrok dengan polisi di jalanan Caracas dan sejumlah kota lainnya. Pergerakan massa terjadi setelah Guaido mengklaim mendapat dukungan militer untuk menggulingkan Maduro.

Ribuan pendukung oposisi terlihat jalan raya di dekat pangkalan udara sambil mengibarkan bendera Venezuela, tetapi mereka disambut dengan tembakan dan gas air mata oleh tentara di sekeliling komplek.

Tentara yang mendukung Guaido mengenakan ban lengan biru untuk menunjukkan kesetiaan mereka kepada pemimpin oposisi - yang diakui sebagai presiden sementara oleh lebih dari 50 negara - namun terlihat hanya ada beberapa dari mereka.

Brasil mengatakan sebanyak 25 tentara Venezuela mencari suaka di kedutaannya di Caracas.

Tak tinggal diam, pemerintahan Maduro menyatakan telah "menonaktifkan" percobaan kudeta oleh sekelompok kecil tentara "berbahaya".

Maduro telah memerintahkan pasukannya yang berpakaian lengkap anti huru hara dan kendaraan lapis baja untuk melawan para demonstran.

Beberapa kendaraan menabrak kerumunan, melukai beberapa pengunjuk rasa. Para perusuh kemudian memblokir jalan raya dengan bus dan membakarnya.

Ketika Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengimbau semua pihak menghindari kekerasan, kepala militer sekaligus menteri pertahanan Venezuela, Jenderal Vladimir Padrino, mengeluarkan peringatan keras tentang kemungkinan "pertumpahan darah".


[Gambas:Video CNN]

(rds/ard)