Presiden Turki Erdogan Mengutuk Upaya Kudeta di Venezuela

ANTARA, CNN Indonesia | Rabu, 01/05/2019 13:02 WIB
Presiden Turki Erdogan Mengutuk Upaya Kudeta di Venezuela Suasana kerusuhan di Caracasm Venezuela, pada Selasa (30/4). (REUTERS/Ueslei Marcelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Selasa (30/4) mengutuk upaya kudeta di Venezuela dan mengatakan, "Kami, sebagai satu negara yang telah mengalami kudeta dan konsekuensi negatifnya, mengutuk upaya kudeta di Venezuela."

Dunia harus menghormati pilihan demokratis rakyat di Venezuela, lanjut Erdogan seperti yang dikutip dari Anadolu.


"Mereka yang berusaha mengangkat gubernur kolonial pascamodern di Venezuela, yaitu negara yang rakyatnya berdaulat dan presidennya muncul melalui pemilihan umum, mesti mengetahui bahwa hanya pemilihan umum demokratis yang bisa menentukan jalan untuk memerintah negeri itu," ujar Erdogan.


"Kota suara adalah unsur mendasar dalam demokrasi," ia menambahkan.

Erdogan mengeluarkan pernyataan itu setelah Wakil Presiden Venezuela Jorge Rodriguez mengatakan sekelompok tentara mengambil posisi di Jalan Altamira, di dekat pangkalan militer utama La Carlota, untuk melancarkan pemberontakan melawan Undang-Undang Dasar dan kedamaian di negeri tersebut.

Sebelumnya, pemimpin oposisi Juan Guaido menyiarkan rekaman video di Twitter.

Dalam video itu, ia terlihat berada bersama tentara dan menyerukan pemberontakan guna mengakhiri "perampasan kekuasaan" oleh Presiden Nicolas Maduro.

Sementara itu, Maduro menyeru rakyat agar turun ke jalan guna "melindungi tanah air dan Undang-Undang Dasar" di tengah laporan mengenai upaya kudeta di negeri tersebut.


Kedutaan Besar RI di Caracas mengatakan seluruh warga Indonesia yang berada di Venzuela dalam keadaan aman menyusul demonstrasi antara pendukung Presiden Nicolas Maduro dan oposisi yang berlangsung rusuh di sejumlah kota.

"Semua WNI aman. WNI di sini semuanya orang KBRI dan anggota keluarga," ucap salah satu pejabat KBRI di Caracas kepada CNNIndonesia.com pada Rabu (1/5).

Berdasarkan pantauan sumber CNNIndonesia.com yang berada di Venezuela, pergerakan massa yang dipimpin oleh pemimpin oposisi, Juan Guaido, telah terlihat sejak Selasa (30/4) pagi.

Sumber mengatakan pergerakan massa oposisi tak hanya terjadi di ibu kota, tapi juga di sejumlah kota lainnya.

Sumber menuturkan Guaido bersama tokoh oposisi lainnya telah mendorong masyarakat untuk turun ke jalan dan melakukan sejumlah aksi penentangan terhadap Maduro.

Guaido menyebut gerakan ini bukan merupakan kudeta, melainkan "fase akhir pembebasan Venezuela".


[Gambas:Video CNN]

(ard)