Sri Lanka Siaga Teror Jelang Ramadan, Cabut Blokir Medsos

CNN Indonesia | Selasa, 30/04/2019 17:32 WIB
Sri Lanka Siaga Teror Jelang Ramadan, Cabut Blokir Medsos Ilustrasi aparat Sri Lanka berjaga usai serangan bom. (REUTERS/Dinuka Liyanawatte)
Jakarta, CNN Indonesia -- Aparat keamanan Sri Lanka sampai saat ini terus waspada terhadap ancaman teror susulan, pasca serangan rangkaian bom pada 21 April lalu yang merenggut 253 nyawa. Mereka terus siaga supaya tidak terjadi aksi keji lagi menjelang Ramadan.

"Keamanan tetap ketat dan waspada selama beberapa hari ke depan karena polisi dan tentara terus memburu para terduga teroris," kata seorang sumber intelijen kepolisian Sri Lanka, seperti dilansir Reuters, Selasa (30/4).
Awal Ramadan di Sri Lanka ditetapkan pada 6 Mei mendatang. Pemerintah setempat sudah mencabut blokir seluruh media sosial antara lain Facebook, WhatsApp, dan Viber.

Pemblokiran itu sempat diterapkan tidak lama selepas serangan teror pada perayaan Paskah lebih dari sepekan lalu.


Aparat keamanan Sri Lanka menyampaikan peringatan potensi serangan teror susulan. Menurut mereka, para pelaku akan menggunakan bom mobil dan menyamar dengan mengenakan seragam aparat.

"Kemungkinan akan ada gelombang serangan lagi. Menurut informasi para pelaku akan menggunakan kendaraan minibus dan mengenakan seragam aparat," demikian pernyataan kepala Divisi Keamanan Pejabat Tinggi (MSD) Kepolisian Sri Lanka, dalam surat kepada dewan perwakilan dan badan keamanan lain.
Presiden Sri Lanka, Maithripala Sirisena, memberlakukan larangan pemakaian cadar bagi Muslimah dan segala bentuk pakaian lainnya yang menutupi wajah, pada Minggu (28/4) pekan lalu.

Aparat juga terus memburu sekitar 140 orang yang diduga terlibat jaringan teroris di Sri Lanka.

Pemerintah Sri Lanka sudah menyatakan kelompok Jemaah Tauhid Nasional (NTJ) dan Jemaah Agama Ibrahim (JMI) sebagai organisasi terlarang. Pemimpinnya, Zahra Hashim, diduga adalah otak serangan teror yang tewas dalam serangan di Hotel Shangri-La.

[Gambas:Video CNN]

Sampai saat ini pemerintah Sri Lanka mengerahkan aparat untuk menjaga rumah ibadah di seluruh negeri. Mereka membatalkan rencana memulai kembali kegiatan belajar mengajar di seluruh sekolah pekan ini, dan memperpanjang pemberlakuan jam malam. (ayp/ayp)