Maduro Perintahkan Militer Lawan Semua Perencana Kudeta

CNN Indonesia | Jumat, 03/05/2019 10:27 WIB
Maduro Perintahkan Militer Lawan Semua Perencana Kudeta Nicolas Maduro memerintahkan militer Venezuela melawan semua yang merencanakan kudeta saat semakin banyak personel angkatan bersenjata membelot ke Juan Guaido. (Miraflores Palace/Handout via Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Nicolas Maduro memerintahkan militer Venezuela melawan semua pihak yang merencanakan kudeta di tengah kekhawatiran semakin banyak personel angkatan bersenjata membelot ke kubu oposisi, Juan Guaido.

"Ya, kita dalam posisi siap tempur. Terus siaga melawan semua pengkhianat, para perencana kudeta," ujar Maduro dalam upacara yang dihadiri 4.500 personel militer, Kamis (3/5).
Melanjutkan pernyataannya, Maduro berkata, "Tak boleh ada yang takut. Ini waktunya kita mempertahankan hak kita akan perdamaian."

Dalam acara yang ditayangkan langsung di televisi nasional tersebut, Menteri Pertahanan Venezuela, Vladimir Padrino, juga hadir dan menegaskan kembali dukungan militer untuk Maduro.


"Kami datang untuk memastikan kesetiaan kami kepada komandan tertinggi angkatan bersenjata, yaitu presiden kami satu-satunya, Presiden Nicolas Maduro," ucap Padrino.
Upacara ini digelar sehari setelah upaya kudeta yang dilancarkan oleh Guaido dengan sekelompok kecil militer Venezuela. Mereka menggelar unjuk rasa besar-besaran di berbagai penjuru negara untuk menuntut Maduro mundur.

Namun, upaya kudeta itu gagal karena para pejabat tinggi militer kemudian menyatakan dukungan penuhnya untuk Maduro.

Meski demikian, penambahan sejumlah kecil anggota militer saja dianggap sudah sangat berarti karena sebelumnya, sejumlah pejabat angkatan bersenjata juga telah membelot ke Guaido.

[Gambas:Video CNN]

Guaido sendiri mendeklarasikan diri sebagai presiden interim pada Januari lalu, ketika gelombang protes besar-besaran untuk menentang Maduro.

Ia langsung didukung oleh 50 negara, termasuk Amerika Serikat. Sementara itu, Maduro dibentengi oleh sejumlah negara sekutunya, termasuk China dan Rusia. (has/has)