Gereja Ortodoks Kritik Kunjungan Paus Fransiskus di Balkan

AFP, CNN Indonesia | Minggu, 05/05/2019 12:41 WIB
Gereja Ortodoks Kritik Kunjungan Paus Fransiskus di Balkan Ilustrasi. (Foto: REUTERS/Ahmed Jadallah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Paus Fransiskus telah tiba di Bulgaria pada Minggu (5/5) untuk menemui anggota dari komunitas kecil Katolik. Gereja Orthodox menolak gagasan untuk menyelenggarakan doa bersama dengannya.

Dalam perjalanan yang akan dilakukan Paus dalam waktu tiga hari itu, Fransiskus juga akan mengunjungi kamp pengungsi di pinggiran kota Sofia dan peringatan Bunda Teresa, serta ibu kota orang asli Macedonia yang terkenal, Skopje. Kunjungan itu akan menyatukan komunitas Katolik kecil milik 44 ribu orang di Bulgaria dan 20 ribu orang di Macedonia Utara.

Diketahui, Bulgaria bergabung dengan Uni Eropa pada 2007. Perdana Menteri Boyko Borisov sebelumnya juga telah menerima kunjungan Fransiskus dengan mengatakan " [kunjungan Fransiskus] merefleksikan ketertarikannya pada perkembangan ekonomi yang damai di wilayah Balkan," seperti dilansir AFP pada Minggu (5/5).


Perjalanan itu diketahui akan memberi sebuah perubahan pada pemerintahan Borisov yang juga diduduki oleh beberapa senior yang terperosok dalam skandal real estate beberapa minggu terakhir.

Sementara Fransiskus yang kepausannya telah ternodai oleh kasus dugaan kekerasan seksual pada anak oleh pendeta telah menjadikan peningkatan dialog antaragaman menjadi prioritas.

Akan tetapi, bulan lalu, Gereja Orthodoks Bulgaria Holy Synod menolak penyelenggarakan doa bersama yang disebut 'doa untuk perdamaian' itu dan rencananya akan diselenggarakan di alun-alun Sofia pada Senin (6/5) mendatang.

Bahkan, menurut sebuah sumber dari Vatikan, gereja Ortodoks tersebut malah mengirim paduan suara anak-anak ke sebuah pertemuan yang akan dihadiri oleh paling sedikit salah seorang pemimpin Muslim Sofia.

Satu Tuhan

"Saya adalah pemeluk Kristen Ortodoks, tapi saya mengagumi keterbukaan dan sensitivitas. Mengapa kita harus tetap bersandar pada dogma abad pertengahan? Hanya ada satu tuhan" kata Dora Kraytcheva (48) sebelum kunjungan Fransiskus dilakukan.

Gereja Bulgaria merupakan satu-satunya gereja Ortodoks yang tidak berpartisipasi dalam sebuah komisi untuk membina dialog dengan gereja Katolik Roma.

Sementara sebelumnya, hubungan di antara Roma dan gereja Ortodoks lainnya telah berubah menjadi lebih hangat sejak diselenggarakannya pertemuan bersejarah anatra Fransiskus dengan perwakilan Patriarkal Ortodoks Rusia Kirill di Kuba pada Februari 2016 lalu. Pertemuan itu pun dikritik oleh kaum nasionalis konservatif Rusia.

Ujaran Kebencian

Kunjungan Paus Argentina ke Bulgaria dan Makedonia Utara dilakukan setelah pemimpin dari dua negara tersebut memperpanjang invasi pada Paus setelah kunjungan tahunan tradisional ke makam Saint Cyril di Roma.

Menurut cabang Komite untuk Hak Asasi Manusia Helsinki di Bulgaria, anggota nasionalis Bulgaria telah melakukan ujaran kebencian dan perlakukan agresif terhadap kelompok paling rentan di masyarakat Bulgaria untuk menciptakan ketakutan di masyarakat,". Namun kelompok nasionalis itu adalah pendukung Borisov yang membuatnya telah memerintah sejak 2017.

Pada April 2018, Dewan Eropa menyatakan prihatin terhadap upaya Bulgaria untuk menggabungkan pengungsi Timur Tengah dan pengungsi yang dianggap 'opini publik secara general negatif'.

Beberapa hari sebelum sampai di Sofia, Fransiskus menyoroti 'nasionalisme kofliktual' yang 'memunculkan tembok [batas], bahkan rasisme"

"Cara sebuah bangsa menerima para migran telah merefleksikan visinya pada harga diri manusia," kata Fransiskus pada Kamis.

Akhir-akhir ini, pusat penerimaan migran di Bulgaria tercatat telah melakukan penerimaan hanya sebanyak 10 persen. Sedangkan 274 kilometer jauhya di perbatasan Bulgaria-Turki telah dilengkapi dengan pagar kawat berduri.

(mik/mik)