Israel dan Militan Gaza Gencatan Senjata Usai Bentrok

CNN Indonesia | Senin, 06/05/2019 09:14 WIB
Israel dan Militan Gaza Gencatan Senjata Usai Bentrok Militer Israel dan militan Palestina di Jalur Gaza sepakat melakukan gencatan senjata, setelah terlibat saling serang hingga merenggut 23 nyawa. (Mahmud Hams / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Angkatan Bersenjata Israel dan militan Palestina di Jalur Gaza sepakat melakukan gencatan senjata. Kesepakatan itu terjadi setelah keduanya terlibat saling serang, hingga merenggut 23 nyawa.

Seperti dilansir Reuters, Senin (6/5), kabar gencatan senjata itu dilaporkan akan dimulai hari ini. Perundingan kedua belah pihak terjadi ditengahi oleh Mesir.
"Gencatan senjata akan mulai berlaku pada Senin pukul 04.30 (waktu setempat)," kata sumber seorang pejabat Palestina.

Bentrokan antara militan di Jalur Gaza, Palestina dan militer Israel pada awal Ramadan tahun ini membuat khawatir karena bisa menjurus kepada perang besar seperti lima tahun silam. Indonesia sebagai pendukung perdamaian di antara kedua belah pihak mengecam dan mendesak supaya tindakan saling serang segera diakhiri.


Senada dengan RI, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres, turut mengecam konflik yang kembali memanas di Jalur Gaza. Dia meminta semua pihak berhenti menyerang dan mengambil langkah meredakan ketegangan serta menahan diri.
Akibat bentrokan ini, Israel sempat menutup perbatasan dan melarang pengiriman bantuan ke Jalur Gaza. Yakni bahan bakar dari Qatar untuk pembangkit listrik tenaga diesel.

Jika pasokan bahan bakar langka, maka dikhawatirkan bakal memicu krisis listrik di Jalur Gaza.

Ismail Haniyah, pemimpin partai politik dan milisi yang menguasai Jalur Gaza, Hamas, menyatakan tidak berminat memulai peperangan baru dengan Israel. Dia menyatakan akan meminta anak buahnya menghentikan serangan dan meredakan ketegangan hanya jika Israel menghentikan serangan.

[Gambas:Video CNN] (ayp/ayp)