PM Selandia Baru Terkejut Kala Dilamar Ayah Bayinya

CNN Indonesia | Selasa, 07/05/2019 03:29 WIB
PM Selandia Baru Terkejut Kala Dilamar Ayah Bayinya PM Selandia Baru, Jacinda Ardern, ketika membawa Neve ke dalam ruang rapat Majelis Umum PBB akhir tahun lalu. (AFP Photo/Don Emmert)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, mengaku terkejut ketika kekasih sekaligus ayah bagi bayinya, Clarke Gayford, melamarnya di sela liburan Paskah lalu.

"Saya terkejut dengan pertanyaan itu," kata Ardern saat menceritakan momen kala Gayford meminta sang perdana menteri menjadi istrinya.

Ardern bercerita kepada para wartawan yang penasaran bahwa Gayford melamarnya saat sedang berlibur di Mokotahi di Hawke's Bay.


Saat itu, ia sedang dikelilingi sejumlah petugas keamanan, warga lokal, dan seekor anjing yang baru saja mengambil cokelat dari tangan sang PM.
Ardern kembali mengenang pemandangan di lembah Mokotahi yang "sangat indah" pada saat Gayford melamarnya.

"Jadi, lamaran itu sangat romantis," tutur Ardern dengan nada kelakar, sebagaimana dikutip Reuters.

Ia kembali berguyon ketika menceritakan alasannya memasang cincin di jari tengah, bukan di mana orang lain biasa menaruhnya.

"Saya tak mau menyembunyikan berita apa pun, tapi alasannya sesederhana cincin itu tidak muat di jari yang seharusnya, jadi saya pasang di jari tengah," katanya.
Sebelum diumumkan ke publik, pertunangan dan pernikahan Ardern sudah mulai menjadi buah bibir ketika wartawan menyadari sang PM memakai cincin di jarinya pada Jumat pekan lalu.

Ketika sejumlah wartawan mulai berspekulasi, juru bicara Ardern akhirnya mengonfirmasi bahwa kliennya memang sudah bertunangan dan siap menikah, meski belum ada persiapan khusus.

[Gambas:Video CNN]

Keputusan pernikahan ini diambil hampir setahun setelah Ardern melahirkan putrinya, Neve, pada Juni lalu. Ia mencetak sejarah dengan menjadi pemimpin perempuan kedua di dunia yang melahirkan saat sedang menjabat.

Ardern kembali memikat perhatian ketika membawa Neve ke dalam ruang rapat Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa akhir tahun lalu.

Ia kemudian menuai pujian karena dianggap sangat cepat dalam menanggapi aksi teror di dua masjid di Christchurch yang menewaskan 51 orang pada 15 Maret lalu. (has/has)