Gerakan Republik Australia Olok Kelahiran Anak Pangeran Harry

CNN Indonesia | Selasa, 07/05/2019 16:14 WIB
Gerakan Republik Australia Olok Kelahiran Anak Pangeran Harry Pangeran Harry dan Meghan Markle. (Ian Vogler/Pool via REUTERS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kerajaan Inggris tengah berbahagia setelah pasangan suami istri Pangeran Harry dan Meghan Markle dikaruniai anak pertama. Namun, kelahiran bayi lelaki itu dicibir oleh kalangan yang menolak Australia terus menjadi persemakmuran kerajaan Inggris.

Seperti dilansir AFP, Selasa (7/5), Gerakan Republik Australia turut mengucapkan selamat atas kelahiran bayi pasangan Pangeran Harry dan Meghan Markle. Namun, mereka menyatakan tidak ingin anak itu memimpin Australia di masa mendatang.
"Dia tidak akan memerintah orang Australia. Kami berharap di masa mendatang kepala negara kami dipilih oleh warga Australia, dan bukan hanya berdasarkan hak yang didapat saat lahir," demikian isi pernyataan Gerakan Republik Australia.

Anak Pangeran Harry dan Meghan Markle yang bergelar Duke dan Duchess of Sussex bakal menjadi pewaris takhta ketujuh dalam garis silsilah keluarga Kerajaan Inggris. Gerakan itu berkeras ingin Australia berdiri sebagai republik dan lepas dari persemakmuran Inggris.


Penduduk Australia sepakat menggelar jajak pendapat pada 1999, untuk menentukan apakah mereka masih menginginkan tunduk kepada Inggris. Namun, ternyata saat itu mayoritas rakyat memilih supaya Negeri Kanguru tetap bergabung dengan Inggris.

Minat penduduk Australia yang ingin melepaskan diri dari Inggris juga terlihat agak menurun, setelah Meghan Markle menyatakan sedang hamil dan mengunjungi negara itu bersama sang suami pada Oktober tahun lalu.
Dari hasil survei terakhir, hanya 40 persen warga Australia yang ingin negara itu menjadi republik. Hal ini adalah tingkat dukungan terendah selama 25 tahun.

Partai Buruh yang saat ini menjadi oposisi pemerintah Australia menyatakan akan kembali mengusulkan referendum, jika menang dalam pemilihan umum pada 18 Mei mendatang.

Perdana Menteri Scott Morrison adalah salah satu pendukung supaya Australia tetap bergabung dengan Inggris. Dia dan koalisinya menyampaikan ucapan selamat atas kelahiran anak pertama Pangeran Harry.

Ucapan itu dibalas Gerakan Republik Australia dengan menyatakan, "Kami menyampaikan salam hangat kepada Harry dan Meghan atas kelahiran anak mereka. Namun, kami juga juga menyampaikan selamat kepada seluruh penduduk Australia yang melahirkan hari ini," lanjut pernyataan itu.

[Gambas:Video CNN]

"Tujuan kami adalah membuat negara memberi ruang bagi setiap anak untuk mencapai prestasi tertinggi tanpa melihat latar keluarganya," tambah pernyataan itu. (ayp/ayp)