PM Australia Dilempari Telur saat Kampanye

CNN Indonesia | Selasa, 07/05/2019 19:55 WIB
PM Australia Dilempari Telur saat Kampanye PM Australia, Scott Morrison, dilempari telur oleh seorang perempuan saat sedang berkampanye menjelang pemilihan umum pada pertengahan Mei mendatang. (AAP/Mick Tsikas/via Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, dilempari telur oleh seorang perempuan saat sedang berkampanye menjelang pemilihan umum pada pertengahan Mei mendatang.

"Perdana menteri menghadiri sebuah acara di Albury Entertainment Centre, ketika seorang perempuan mendekatinya dari belakang dan melemparinya dengan telur di belakang kepalanya," demikian pernyataan kepolisian New South Wales, Selasa (7/5).
Petugas keamanan langsung mengamankan perempuan yang mengenakan penutup kepala dan pakaian santai tersebut. Perempuan itu lantas dibawa keluar.

Kepolisian kemudian menangkap perempuan itu dan menemukan ganja dalam bawaannya. Ia pun diadili atas tuduhan penyerangan biasa dan kepemilikan obat terlarang.
 
"Kami akan menentang aksi premanisme baik aksi aktivis pengecut yang tidak memiliki rasa hormat kepada orang lain atau serikat pekerja militan yang berdiri bagi usaha-usaha kecil serta pengikut-pengikutnya," kata Morrison setelah insiden itu.
Dirinya juga sempat bergurau bahwa dirinya tidak ingin "melebih-lebihkan serangan telur" tersebut.  
 
"Hanya karena kamu berbeda pandangan terhadap seseorang, bukan berarti kamu harus melakukan aksi protes yang tidak terpuji seperti ini. Kita harus belajar untuk bersikap lebih baik ketika berbeda pendapat," katanya. 
 
Bill Shorten, seorang pemimpin buruh oposisi, juga menyebut tindakan perempuan tersebut sebagai sesuatu yang tak dapat diterima.


"Ini sungguh aksi yang mengerikan dan memalukan," katanya.
 
[Gambas:Video CNN]

Perempuan itu mengaku aksinya diibaratkan "bersuara demi diri sendiri." Ia juga mengaitkan aksinya tersebut dengan kasus Pulau Manus di Papua Nugini, di mana Australia menahan para pengungsi.

Ia akhirnya dibebaskan dengan jaminan, tapi diwajibkan untuk datang ke pengadilan pada 27 Mei mendatang.
 
Peristiwa serupa juga sempat menimpa salah seorang anggota parlemen Australia beraliran sayap kanan pada Maret lalu, ketika ia mempersalahkan program imigrasi sebagai akibat penembakan masjid Selandia Baru.

Saat itu, seorang pemuda juga memecahkan telur ke kepalanya sebagai ungkapan kekesalan.  (rds/has)