Kerumunan Pelajar TK Jepang Ditabrak Mobil, 4 Luka Parah

CNN Indonesia | Rabu, 08/05/2019 12:04 WIB
Kerumunan Pelajar TK Jepang Ditabrak Mobil, 4 Luka Parah Ilustrasi kecelakaan. (Istockphoto/razerbird)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebuah mobil menabrak sekelompok murid taman kanak-kanak (TK) di Kota Otsu, Shiga, sebelah barat Jepang, Rabu (8/5). Kepolisian menuturkan empat siswa terluka parah dalam insiden itu.

"Kecelakaan ini terjadi di sebuah jalan di Ogaya, Kota Otsu. Sebuah mobil menabrak barisan anak-anak TK berjumlah 15 orang. Beberapa orang terluka," ucap seorang juru bicara kepolisian kepada AFP.
Pemerintah kota setempat juga mengonfirmasi kecelakaan itu meski tidak menjelaskan lebih detail kejadian tersebut.

Hingga kini belum jelas motif dan penyebab mobil tersebut melaju keluar jalur dan menabrak pejalan kaki.


Stasiun televisi nasional Jepang, NHK, melaporkan empat anak berada dalam kondisi kritis, sementara beberapa korban lainnya juga masih dirawat di rumah sakit.

Kerumunan siswa TK tersebut tengah berjalan bersama guru-guru mereka di trotoar dekat persimpangan ketika sebuah kendaraan kecil menabrak mereka.
Rekaman CCTV yang disiarkan sejumlah media lokal menunjukkan mobil tersebut berbelok tiba-tiba dari jalan ke trotoar, langsung menuju ke arah siswa-siswa tersebut.

Selain pejalan kaki, mobil tersebut juga menabrak sebuah kendaraan lainnya.

Hingga kini belum ada penjelasan detail mengenai pengemudi mobil penabrak kerumunan siswa TK tersebut. Namun, kecelakaan lalu lintas di Jepang akibat pengemudi lanjut usia terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan data Kepolisian Nasional Jepang sebanyak 965 kecelakaan lalu lintas mematikan di Jepang selama 2016 lalu disebabkan oleh pengemudi lanjut usia di atas 65 tahun.
Sebagian besar kecelakaan terjadi karena pengemudi lansia lupa menginjak pedal kopling dengan pedal gas, atau kehilangan kendali.

Bulan lalu, seorang wanita dan putrinya yang berusia 3 tahun tewas ketika pengemudi berusia 87 tahun menabrak sepeda mereka.

Sang pengemudi mengatakan kecelakaan disebabkan oleh kondisi mobilnya meski kepolisian masih menyelidiki hal itu. (rds/ayp)