Kerikil Kaisar Naruhito di Balik Istana

CNN Indonesia | Rabu, 01/05/2019 13:43 WIB
Kerikil Kaisar Naruhito di Balik Istana Kaisar Jepang, Naruhito, dan istrinya, Permaisuri Masako. (Japan Pool/Pool via REUTERS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kehidupan pribadi Kaisar Jepang, Naruhito, selama ini jarang terungkap ke khalayak. Namun, siapa sangka ternyata dia juga mengalami benturan dengan tradisi istana yang konservatif.

Seperti dilansir Associated Press, Selasa (30/4), Naruhito memutuskan menikahi seorang putri diplomat, Masako, pada 1986.
Dia menjadi penerus sang ayah yang meminang warga biasa, ketimbang bangsawan. Akan tetapi, perjalanan cintanya tidak mulus.

Naruhito dan Masako sempat berpacaran selama delapan tahun, yang pertama kali bertemu di sebuah pagelaran musik. Masako pun dua kali menolak lamaran Naruhito.


Ketika menikah, Masako yang tidak terbiasa dengan kehidupan istana mulai tidak kerasan. Dia bahkan sempat menghilang dari khalayak karena disebut mengalami depresi selama 15 tahun.

Pada 2003, Masako melahirkan anak satu-satunya, Aiko. Namun, kabarnya pihak kekaisaran mendesaknya melahirkan anak laki-laki untuk menjadi penerus kekaisaran. Apa daya hal itu tidak pernah terjadi.
Akan tetapi, Naruhito justru tampil membela Masako. Dia menyatakan istrinya baik-baik saja dan menyatakan akan tampil di publik. Dia juga tidak terlihat kecewa karena tidak mempunyai anak lelaki.

Dituntut Merakyat

Kekaisaran Jepang kini hanya menjadi simbol negara. Meski demikian, masih banyak orang yang hormat terhadap kaisar.

Meski begitu, perkembangan zaman saat ini menuntut mereka untuk bisa lebih membumi. Bentuknya bisa macam-macam. Mengikuti tren masa kini menggunakan media sosial atau lainnya.
"Saya kira mereka bisa menjadi generasi kekaisaran baru yang bisa menggugah," kata analis Wilson Center, Shihoko Goto. (ayp/ayp)