Demonstran Palestina dan Pasukan Israel Bentrok, 50 Luka

CNN Indonesia | Kamis, 16/05/2019 10:45 WIB
Demonstran Palestina dan Pasukan Israel Bentrok, 50 Luka Ilustrasi unjuk rasa di perbatasan Jalur Gaza-Israel. (REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Hampir 50 warga Palestina terluka akibat bentrokan dengan tentara Israel saat demonstrasi peringatan Hari Nakba atau "Hari Bencana" berlangsung di perbatasan Jalur Gaza, Rabu (14/5).

Sesuai dengan artinya, warga keturunan Arab Israel dan warga Palestina menganggap Hari Nakba atau peringatan pembentukan negara Israel sebagai bencana.
Sejak negara Israel terbentuk pada 1948 lalu setelah Perang Enam Hari berlangsung, ratusan ribu warga Palestina terusir dari tanah yang ditempati leluhur mereka.

Ribuan warga Palestina berkumpul di perbatasan Palestina-Israel di Gaza untuk ikut berdemo kemarin, menyuarakan perjuangan mereka yang ingin kembali mendapatkan hak atas tanah serta kemerdekaan.


Saksi mata mengatakan sekelompok pedemo bahkan mendekati pagar perbatasan, mengibarkan bendera Palestina, hingga melemparkan batu ke arah tentara Israel di seberang perbatasan.

"Rakyat kami bangkit hari ini untuk mendeklarasikan penolakan mereka terhadap kejahatan dan untuk menegaskan hak mereka di Palestina, seluruh Palestina," ucap pemimpin Jihad Islam, Khader Habib, saat berorasi dalam salah satu demonstrasi.
Jihad Islam merupakan salah satu kelompok militan berbasis di Gaza yang menentang Israel.

Serupa dengan Habib, salah satu warga Palestina lainnya yang ikut dalam demo tersebut, Jamila Mahmoud, merasa optimis jika suatu saat warga Palestina akan meraih kembali hak atas tanah dan kemerdekaannya.

"Jika kita tidak bisa kembali sekarang, mungkin anak cucu kita yang akan melakukannya. Suatu hari kita akan mendapatkan hak-hak kita lagi," ucap perempuan 50 tahun itu.

Di sisi lain, tentara Israel juga tak tinggal diam. Mereka disebut menembakkan gas air mata, peluru karet, hingga peluru tajam demi membendung aksi para demonstran.

Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan setidaknya 47 orang terluka.

[Gambas:Video CNN]

Sementara itu, militer Israel mengatakan sekitar 10 ribu "perusuh dan demonstran" terlibat dalam demo tersebut.

"Para perusuh membakar ban dan melempar batu. Sejumlah alat peledak telah dilemparkan di Jalur Gaza, termasuk sejumlah upaya (para demonstran) untuk mendekati pagar perbatasan Israel. Militer Israel (IDF) telah berupaya membubarkan demonstrasi," bunyi pernyataan militer seperti dikutip Reuters.

Selain di Gaza, warga Palestina juga menggelar protes serupa di Tepi barat. Meski begitu, protes di wilayah itu terbilang kondusif. Hingga kini, belum ada laporan terkait bentrokan antara aparat Israel dan demonstran di wilayah tersebut. (rds/ayp)