Kilang Minyak Dibom, Saudi Serang Balik Pemberontak Yaman

CNN Indonesia | Kamis, 16/05/2019 17:37 WIB
Kilang Minyak Dibom, Saudi Serang Balik Pemberontak Yaman Ilustrasi dampak serangan udara Arab Saudi di Yaman. (REUTERS/Khaled Abdullah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi menggelar serangan udara ke Ibu Kota Sanaa, Yaman, untuk menggempur basis pemberontak Houthi. Mereka mengklaim hal itu dilakukan sebagai balasan setelah Houthi menyerang dua kilang minyak milik perusahaan minyak Saudi, Aramco, menggunakan pesawat tanpa awak (UAV/drone) bersenjata.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (16/5), menurut stasiun televisi pemberontak Houthi, Al Masirah, serangan itu menargetkan sembilan instalasi tempur pemberontak di Sanaa. Namun, enam warga sipil dilaporkan meninggal akibat serangan itu.
Saudi menuding Iran yang memerintahkan pemberontak Houthi menyerang kilang dan pipa minyak mereka. Namun, mereka tidak memberi bukti atas tuduhan itu.

Uni Emirat Arab yang menjadi sekutu Saudi juga menyatakan akan membalas serangan pemberontak Houthi.


Koalisi itu dibentuk pada 2015 untuk membantu Presiden Yaman, Abd-Rabbu Mansur Hadi, yang digulingkan dari kekuasaannya. Dia lantas minta perlindungan ke Saudi.

Sementara itu, pemberontak Houthi selama ini disebut-sebut mendapat dukungan Iran dalam perang sipil tersebut. Namun, Houthi membantah tudingan tersebut.

Sejak melakukan perlawanan, Houthi mengendalikan sebagian besar wilayah di utara Yaman, termasuk Ibu Kota Sanaa.
Perang terus menghancurkan infrastruktur Yaman dan menyebabkan sebagian besar penduduknya menderita kelaparan dan terjangkit wabah kolera.

Hingga akhir 2018, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mencatat 56 ribu orang tewas dalam perang sipil di Yaman tersebut.

Konflik Yaman disebut sebagai perang proxy antara Saudi dan Iran yang merupakan musuh bebuyutannya di kawasan Teluk. (ayp)