Saudi Bantah Ancam Aktivis yang 'Kabur' ke Norwegia

CNN Indonesia | Minggu, 19/05/2019 10:40 WIB
Saudi Bantah Ancam Aktivis yang 'Kabur' ke Norwegia Arab Saudi membantah tuduhan seorang aktivis, Iyad al-Baghdadi, yang mengklaim tengah berada dalam ancaman kerajaan usai mengkritik Putra Mahkota MbS. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Arab Saudi membantah tuduhan seorang aktivis, Iyad al-Baghdadi, yang mengklaim tengah berada dalam ancaman kerajaan.

"Saya benar-benar tidak pernah mendengar ada orang bernama Iyad al-Baghdadi," ucap Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir, kepada wartawan, pada Minggu (19/5).

"Bisa jadi tuduhannya itu ditujukan untuk mendapatkan izin tinggal permanen di sejumlah negara. Tapi berkaitan dengan kami, kami tidak memiliki informasi tentang dia," katanya.

Baghdadi merupakan salah satu aktivis ternama Saudi yang vokal mengkritik Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MbS). Saat ini, ia mengasingkan diri di Norwegia dan dilindungi di bawah kebijakan pencari suaka negara tersebut.


Baghdadi diberikan suaka politik oleh Norwegia pada 2015 lalu setelah sempat ditangkap dan diusir dari Uni Emirat Arab, sekutu Saudi. Sejak itu, MbS selalu menjadi topik utama kritik El-Baghdadi.

Pada 25 April lalu, Baghdadi mengaku otoritas Norwegia telah memberi tahunya bahwa dia kemungkinan tengah menjadi target Saudi.

Ia menyadari risiko ancaman tersebut ketika aparat Norwegia datang ke tempat tinggalnya dan membawanya ke tempat yang aman.

Meski begitu, aparat Norwegia disebut belum bisa memastikan ancaman seperti apa yang dimaksudkan tersebut.


Baghdadi mendapat informasi bahwa ancaman tersebut didapat pemerintah Norwegia dari lembaga intelijen asing yang belakangan disebut-sebut adalah Badan Pusat Intelijen Amerika Serikat (CIA).

Dikutip Reuters, Baghdadi merupakan aktivis kelahiran Palestina-Saudi yang aktif di media sosial Twitter. Namanya semakin dikenal saat Arab Spring, terutama ketika ia banyak berkomentar terkait pemberontakan terhadap pemerintah Mesir saat itu.

Dia kerap berkomentar tajam dan bernada sarkasme kepada para pemimpin otokratis hingga menarik puluhan ribu pengikut di Twitter.

Baghdadi juga turut mengkritik Saudi ketika dunia digemparkan oleh kasus pembunuhan wartawan pengkritik MbS, Jamal Khashoggi, di konsulat Saudi di Istanbul ,Turki, pada Oktober 2018 lalu.

[Gambas:Video CNN]

Saat itu, Baghdadi memperingatkan para pengikutnya di Twitter bahwa MbS akan menjadi semakin berbahaya jika tidak ditahan oleh negara Barat.

Saudi terus menjadi sorotan sejak pembunuhan Khashoggi terjadi. Dalam salah satu laporannya, CIA bahkan menyimpulkan MbS lah yang memerintahkan pembunuhan tersebut.


(rds/bir)