Dubes AS untuk China Lakukan Lawatan Langka ke Tibet

CNN Indonesia | Selasa, 21/05/2019 05:57 WIB
Dubes AS untuk China Lakukan Lawatan Langka ke Tibet Duta Besar Amerika Serikat untuk China, Terry Branstad, melakukan lawatan langka ke Tibet selama sepekan terhitung mulai Minggu (19/5). (AFP Photo/Nicholas Asfouri)
Jakarta, CNN Indonesia -- Duta Besar Amerika Serikat untuk China, Terry Branstad, melakukan lawatan langka ke Tibet selama sepekan terhitung mulai Minggu (19/5).
 
Kantor Kedubes AS di China menyatakan selama sepekan, Branstad akan mengunjungi Provinsi Qinghai dan Wilayah Otonomi Tibet.

Ia juga dijadwalkan akan melakukan pertemuan resmi, wisata keagamaan, kunjungan ke beberapa sekolah dan situs warisan kebudayaan Tibet lainnya.
 
Kunjungan Branstad ini dilakukan dua bulan setelah Kementerian Luar Negeri AS menyatakan bahwa Beijing secara "sistematis" telah menghambat akses para diplomat, jurnalis, dan wisatawan AS masuk ke wilayah Tibet.
"Kunjungan ini menjadi kesempatan bagi Duta Besar untuk mengimbau pemimpin setempat agar menaruh perhatian pada pembatasan kebebasan beragama dan pelestarian kebudayaan dan bahasa Tibet," ujar juru bicara kedutaan AS.
 
"Pihak Kedutaan menyambut kesempatan ini untuk mengunjungi Wilayah Otonomi Tibet, dan mengajak pihak berwenang untuk menyediakan akses ke wilayahnya bagi seluruh warga AS."
 
Ini merupakan kali pertama kedubes AS mengirim utusannya melakukan kunjungan ke Tibet dalam empat tahun belakangan. Sebelumnya, Duta Besar Max Baucus mengunjungi Tibet pada Mei 2015.
Menurut laporan Kemlu AS, sekitar lima dari sembilan permohonan kunjungan AS ke Tibet sempat ditolak tahun lalu, termasuk dari Branstad.
 
China menolak laporan AS karena "penuh dengan prasangka." Menurut mereka, pembatasan akses masuk ke wilayah Himalaya oleh pihak berwenang Tibet juga karena alasan geografis dan kondisi iklim.

Akses ini akhirnya diberikan menjelang peringatan 60 tahun kegagalan pemberontak Tibet melawan China yang membuat Dalai Lama diasingkan secara permanen ke India.
 
[Gambas:Video CNN]


Setidaknya 150 orang Tibet telah melakukan aksi bakar diri sejak 2009 guna memprotes kehadiran Beijing di Tibet.

China sempat dituduh melakukan tekanan politik dan agama di wilayah Tibet. Namun, china bersikeras bahwa warga Tibet yang menikmati kebebasan serta pertumbuhan ekonomi. (ajw/has)