Duterte Ancam Kirim Balik 100 Kontainer Sampah Kanada

CNN Indonesia | Sabtu, 25/05/2019 05:35 WIB
Duterte Ancam Kirim Balik 100 Kontainer Sampah Kanada Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, memerintahkan agar 100 kontainer sampah busuk yang dibuang ke negaranya pada 2013 dan 2014 lalu dikembalikan ke Kanada. (Reuters/Erik De Castro)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, memerintahkan agar 100 kontainer sampah busuk yang dibuang ke negaranya pada 2013 dan 2014 lalu dikembalikan ke Kanada.
 
Juru bicara Duterte memperingatkan Ottawa, jika pihaknya tidak secara resmi menerima pengiriman kembali sampah-sampah itu, Filipina akan membuangnya ke wilayah perairan Kanada.

Tumpukan sampah tersebut dikirimkan oleh perusahaan Kanada ke pelabuhan Filipina. Sampah busuk tersebut salah diberi label sebagai sampah daur ulang.

Kanada beralasan bahwa kumpulan sampah itu akan didaur ulang. Namun, sampah tersebut ternyata terdiri dari popok, koran, dan botol minum yang tidak dapat didaur lagi.
Sebelumnya, Ottawa sempat melakukan perubahan terkait rencana penarikan kembali kontainer sampah tersebut yang akhirnya memicu pertikaian diplomatik Kanada dan Filipina.
 
Alhasil, Duterte memutuskan untuk menarik duta besarnya dari Ottawa pekan lalu karena Kanada melewatkan batas waktu 15 Mei untuk mengambil kembali sampah-sampah tersebut.
 
Salvador Panelo selaku juru bicara Duterte mengatakan bahwa presiden telah memerintahkan untuk mencari perusahaan pengiriman yang akan membawa sampah tersebut kembali ke Kanada.
 
"Jika Kanada tidak menerima sampah itu, kami akan menempatkannya di wilayah perairan atau 12 mil laut dari garis dasar pantai negara mereka," kata Panelo.
Tindakan ini sejalan dengan pidato Duterte pada April lalu, ketika ia mengancam akan secara sepihak mengirim sampah-sampah itu ke Kanada.


Ia menegaskan, "Mari kita bertarung dengan Kanada. Saya akan mendeklarasikan perang melawan Kanada."
 
Duterte juga membatalkan kontrak militer Filipina bernilai $235 juta atau setara Rp3,3 triliun pada tahun lalu untuk membeli 16 helikopter militer dari pabrik di Kanada. (ajw/has)