Ledakan Bom di Nepal Tewaskan Empat Warga

CNN Indonesia | Senin, 27/05/2019 10:53 WIB
Ledakan Bom di Nepal Tewaskan Empat Warga Ilustrasi jenazah. (Istockphoto/Nito100)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebanyak empat orang tewas dan tujuh lainnya terluka akibat tiga ledakan bom terpisah yang terjadi di Kathmandu, ibu kota Nepal pada Minggu (26/5) pekan lalu. Meski sampai saat ini belum ada pihak yang bertanggung jawab, tetapi diduga itu adalah perbuatan pemberontak Maois.

"Tiga orang tewas di lokasi kejadian sedangkan empat lainnya meninggal saat menjalani perawatan di rumah sakit," ujar opsir polisi setempat, Shyam Lal Gyawali, seperti dilansir Reuters, Senin (27/5).
Sementara itu, satu orang lainnya tewas dalam ledakan pertama yang terjadi di dalam sebuah rumah di daerah perumahan Ghattekulo, dekat pusat kota.

Gyawali menyampaikan pihak kepolisian sedang menyelidiki penyebab insiden itu.


Ledakan lainnya juga terjadi di dekat kios pangkas rambut di pinggiran kota wilayah Sukedhara. Setidaknya tiga orang tewas di lokasi kejadian.
Polisi juga melaporkan ledakan ketiga terjadi di dekat pembakaran batu bata di wilayah Thankot, Kathmandu. Ledakan ini melukai dua orang warga setempat.

Seluruh korban luka-luka segera dilarikan ke rumah sakit sesaat setelah ledakan terjadi. Sedangkan, satu diantara korban terluka diketahui sebagai pendukung kelompok pemberontak.

Menurut Gyawali selaku pihak kepolisian, kelompok pemberontak Maois diduga menjadi dalang atas insiden ini. Aksi mereka menjadi bentuk perlawanan terhadap pemerintah setempat yang telah menahan para pendukung mereka.
"Sebuah pamflet dari kelompok tersebut sempat ditemukan di lokasi ledakan pertama," ujar Gyawali.

Gyawali juga menambahkan, lokasi pertama ini menjadi markas para aktivis Maois untuk merakit bahan peledak.

Perang saudara antara Nepal dan kelompok pemberontak Maois memang sudah berkecamuk selama satu dekade sejak 2006 silam.

Kelompok utama yang dulunya adalah pemberontak bahkan telah bergabung dengan partai yang menjalankan pemerintahan negara saat ini. Kelompok Maois juga sempat melakukan aksi serupa di Kathmandu pada Februari lalu dan merenggut nyawa satu orang, sedangkan dua lainnya luka-luka. (ajw/ayp)