Bakar Gadis Hingga Tewas, 16 Warga Bangladesh Diadili

CNN Indonesia | Kamis, 30/05/2019 02:09 WIB
Bakar Gadis Hingga Tewas, 16 Warga Bangladesh Diadili Ilustrasi. (Istockphoto/Wavebreakmedia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Enam belas warga Bangladesh, termasuk satu kepala pesantren, terancam diganjar hukuman mati setelah dituntut atas tuduhan pembunuhan gadis berusia 19 tahun, Nusrat Jahan Rafi, dengan cara dibakar hidup-hidup.

"Mereka dituntut menggunakan pasal represi perempuan dan anak, dan kami merekomendasikan hukuman mati atas 16 tersangka tersebut," ujar pemimpin penyelidikan Biro Investigasi Kepolisian Bangladesh (PBI), Mohammad Iqbal, Rabu (29/5).
Kasus pembunuhan Rafi ini bermula pada bulan lalu. Saat itu, Rafi digiring ke loteng pesantren tempatnya belajar.

Para tersangka meminta Rafi mencabut gugatan pelecehan seksual yang ia ajukan atas kepala pesantren pada Maret lalu.


Ketika Rafi menolak, lima tersangka mengikat gadis itu dengan selendang. Awalnya, mereka berencana menghabisi nyawa Rafi dengan cara tertentu agar gadis itu terlihat seperti bunuh diri.
Namun, mereka kemudian malah menyiram Rafi dengan minyak tanah. Para tersangka lantas membakar Rafi hidup-hidup.

Rafi dilarikan ke rumah sakit pada 10 April dengan luka bakar memenuhi hingga 80 persen tubuhnya. Dalam keadaan sekarat, Rafi masih sempat merekam video yang kembali menegaskan tuduhan pelecehan seksual atas kepala pesantrennya.

Gadis itu meninggal dunia lima hari kemudian. Kematiannya menyulut amarah publik yang khawatir akan peningkatan kasus kekerasan seksual di Bangaldesh.

Saudara laki-laki Rafi, Mahmudul Hasan Noman, pun menuntut agar proses peradilan terhadap para tersangka dilakukan secepat mungkin.

"Kami ingin semua tersangka dihukum gantung hingga tewas," katanya kepada AFP. (has/has)