Boeing Temukan Cacat di Sayap Sejumlah Pesawat Seri 737 MAX

CNN Indonesia | Senin, 03/06/2019 13:03 WIB
Boeing Temukan Cacat di Sayap Sejumlah Pesawat Seri 737 MAX Ilustrasi. (Stephen Brashear/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Boeing mengumumkan sebagian pesawat berukuran sedang jenis 737 produksinya, termasuk 737 MAX 8 mengalami cacat pada bagian sayap pesawat. Namun, tak ada laporan tentang masalah penerbangan yang terkait dengan catatan tersebut .

Perusahaan raksasa penerbangan AS ini diguncang krisis setelah pesawat jenis 737 MAX 8 dikandangkan pada pertengahan Maret. Boeing menyebut subkontraktor menginformasikan masalah pada sejumlah bagian yang berfungsi mengerahkan sayap pesawat.

Dikutip dari AFP, bagian terdepan pesawat adalah kunci untuk melakukan lepas landas dan pendaratan karena berfungsi untuk meningkatkan tarikan sayap dan kerja aerodinamika pesawat.


Boeing mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya telah menyampaikan nomor lot yang rusak kepada pemilik pesawat sehingga mereka dapat memeriksa bagian yang dimaksud.


Jika maskapai operator menemukan bagian-bagian yang rusak di pesawat mereka, mereka harus menggantinya sebelummengembalikan pesawat.

"Ini adalah perangkat yang dianggap kritis." kata seorang pakar aeronatika kepada AFP , dikutip Senin (3/6).

Pesawat-pesawat itu didaratkan setelah 346 orang tewas dalam dua kecelakaan mematikan, yang pertama di Indonesia yakni akibat jatuhnya pesawat Lion Air pada Oktober diikuti oleh Ethiopian Airlines pada Maret.


Lama dianggap sebagai "standar emas" secara internasional, reputasi Federasi Penerbangan AS dipertenyakan di tengah proses pengawasan mereka dan laporan yang memungkinkan Boeing untuk mengesahkan sendiri beberapa fitur MAX secara efektif.

Boeing sedang mengerjakan perbaikan perangkat lunak yang akan memungkinkan MAX 8 untuk mulai terbang lagi, tetapi perbedaan telah muncul antara Amerika Serikat dan Kanada tentang cara melatih pilot pada perangkat lunak setelah pembaruan.

Washington percaya pelatihan pada komputer atau tablet sudah cukup untuk pilot berpengalaman, tetapi Ottawa ingin membutuhkan pelatihan tentang simulator penerbangan. (agi/agi)