Gugatan atas nama Nadege Dubois-Seex tersebut diajukan untuk kematian suaminya, Jonathan Seex, warga Swedia-Kenya sekaligus kepala eksekutif Perusahaan Tamarind Group.
"Keluarga kami telah kehilangan ksatrianya yang bersinar dan dunia telah kehilangan pengusaha yang cemerlang," ujar Dubois-Seex.
Dalam gugatannya, Dubois-Seex menuduh pihak Boeing gagal memberi tahu pilot dengan jelas akan risiko yang ditimbulkan perangkat lunak Maneuvering Characteristics Augmentation System (MCAS) dalam pesawat jenis 737 MAX.
Sistem anti-stall MCAS ini disebut-sebut menjadi penyebab penerbangan Ethiopian Airlines dan Lion Air jatuh beberapa bulan lalu.
Sementara itu, juru bicara perusahaan Boeing di AS tidak memberikan tanggapan terkait gugatan yang diajukan oleh Dubois-Seex.
Perusahaan Boeing selaku manufaktur pesawat 737 MAX mengatakan pihaknya telah memperbarui perangkat lunak pesawat pada pekan lalu. Mereka juga sedang dalam proses pengajuan rencana terkait pelatihan para pilot.
[Gambas:Video CNN]
Banyak maskapai di seluruh penjuru dunia berharap Boeing segera menyelesaikan pembaruan perangkat lunak ini karena ribuan penerbangan terpaksa dibatalkan akibat dua kecelakaan yang melibatkan pesawat Boeing 737 MAX 8 tersebut.
Kecelakaan terbaru terjadi di pada Minggu (10/3), ketika pesawat Boeing 737 MAX 8 milik Ethiopian Airlines jatuh tak lama setelah lepas landas dari Addis Ababa, menewaskan 157 orang di dalamnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT