Israel Luncurkan Serangan Kedua ke Arah Suriah

AFP, CNN Indonesia | Senin, 03/06/2019 11:10 WIB
Israel Luncurkan Serangan Kedua ke Arah Suriah Israel mengirimkan serangan kedua dalam 24 jam terakhir ke arah Suriah. (BULENT KILIC / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Israel meluncurkan serangan kedua dalam 24 jam terakhir ke arah Suriah pada Minggu (2/6) malam, demikian dikabarkan kantor berita lokal.

Suriah menuduh Israel menargetkan pangkalan udara di Provinsi Homs dalam serangan yang menewaskan lima orang, hanya beberapa jam setelah serangan pertama pada pos di Damaskus bagian selatan menewaskan 10 orang.

"Pertahanan udara kami menahan agressi Israel dan menghancurkan dua peluru kendali yang menargetkan landasan T-4," kata seorang pejabat militer kepada kantor berita SANA pada Minggu malam.

Rudal yang tersisa kemudian "membunuh satu tentara, melukai dua lain, dan juga merusak gudang persenjataan."


Organisasi Pengawas Hak Asasi Manusia Suriah yang berbasis di Inggris melaporkan bahwa lima orang tewas pada serangan kedua, termasuk seorang anggota militer, sementara gudang senjata dalam kondisi hancur.

Selain prajurit Suriah, pejuang Iran dan juga paramiliter Hizbullah juga berada di pangkalan udara tersebut.

Beberapa jam sebelumnya, Israel mengatakan bahwa mereka telah menyerang Provinsi Quneitra, termasuk di antaranya Dataran Tinggi Golan, yang saat ini mayoritas wilayahnya diduduki Israel.

Israel mengatakan bahwa serangan itu merupakan balasan atas rudal dari Suriah yang diterbangkan pada Sabtu malam.

Dua rudal diterbangkan oleh Suriah dari Gunung Hermon yang terletak di Dataran Tinggi Golan, demikian menurut militer Israel.

Israel juga menyatakan mereka akan berupaya keras untuk menghalangi militer Iran memasuki Suriah, dan menegaskan bahwa mereka memiliki hak untuk terus menargetkan area di Suriah yang diduduki Iran dan Hizbullah.

"Kami tidak akan mentoleransi serangan pada wilayah kami dan akan merespons agresi apapun dengan keras," kata Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

Serangan ini juga muncul seiring dengan peningkatan tensi antara AS dan Iran, terkait keputusan AS mundur dari kesepakatan nuklir.
(vws)