Serangan itu merupakan serangan balasan para jihadis menyusul serangkaian serangan rezim di daerah itu dalam beberapa waktu terakhir.
"Gerilyawan melancarkan serangan balik," kata kepala Observatorium Rami Abdul Rahman kepada AFP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Damaskus dan sekutunya Rusia sejak akhir April terus menggenjot serangan udara mematikan dan tembakan roket ke wilayah itu. Para pejuang pun kerap bentrok dengan pasukan pemerintah di kawasan perbatasan.
Televisi pemerintah Suriah mengatakan bahwa pasukan Suriah menggagalkan serangan di desa Tal Maleh dan Jibeen.
Sementara itu, serangan udara rezim menghantam provinsi tetangga Idlib dan daerah sekitarnya pada Kamis, saat pertempuran berkecamuk, kata Observatory yang berbasis di Inggris.
Menurut PBB, rangkaian pengeboman di wilayah itu sepanjang Mei, telah menyebabkan hampir 270.000 orang kehilangan tempat tinggal.
Analis memperkirakan bahwa Presiden Suriah Bashar al-Assad dan sekutunya akan terus menggerogoti daerah itu, tetapi tidak melepaskan serangan besar-besaran yang akan menciptakan kekacauan di perbatasan dengan Turki. Konflik di Suriah telah menewaskan lebih dari 370.000 orang sejak dimulai pada 2011. (afp/eks)