Serangan Balik Jihadis di Suriah Tewaskan 21 Tentara

CNN Indonesia | Jumat, 07/06/2019 05:30 WIB
Serangan Balik Jihadis di Suriah Tewaskan 21 Tentara Ilustrasi (AP Photo/Maya Alleruzzo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Para jihadis di barat laut Suriah melancarkan serangan terhadap pasukan pemerintah, Kamis (6/6). Dalam serangan ini setidaknya 21 tentara pemerintah tewas, seperti dilaporkan seorang pengamat perang, Observatory for Human Rights.

Serangan itu merupakan serangan balasan para jihadis menyusul serangkaian serangan rezim di daerah itu dalam beberapa waktu terakhir.

"Gerilyawan melancarkan serangan balik," kata kepala Observatorium Rami Abdul Rahman kepada AFP.

Dia mengatakan setidaknya lima jihadis tewas dalam bentrokan berikutnya. Kantor berita pemerintah SANA mengatakan bahwa gerilyawan melancarkan serangan roket ke sejumlah desa di Hama utara, menghancurkan rumah-rumah.

Serangan ini berhasil menghambat jalur utara provinsi Hama dimana kekerasan tengah meningkatdi beberapa bagian barat laut negara itu. Kawasan ini memang dikneal dikuasai oleh mantan afiliasi Al-Qaeda Hayat Tahrir al-Sham (HTS).


Damaskus dan sekutunya Rusia sejak akhir April terus menggenjot serangan udara mematikan dan tembakan roket ke wilayah itu. Para pejuang pun kerap bentrok dengan pasukan pemerintah di kawasan perbatasan.

Televisi pemerintah Suriah mengatakan bahwa pasukan Suriah menggagalkan serangan di desa Tal Maleh dan Jibeen.

Sementara itu, serangan udara rezim menghantam provinsi tetangga Idlib dan daerah sekitarnya pada Kamis, saat pertempuran berkecamuk, kata Observatory yang berbasis di Inggris.

Seorang warga sipil tewas dalam pemboman itu. Sementara lebih dari 300 orang telah tewas oleh serangan udara rezim dan penembakan di daerah itu sejak akhir April, menurut Observatory.

Menurut PBB, rangkaian pengeboman di wilayah itu sepanjang Mei, telah menyebabkan hampir 270.000 orang kehilangan tempat tinggal.

Analis memperkirakan bahwa Presiden Suriah Bashar al-Assad dan sekutunya akan terus menggerogoti daerah itu, tetapi tidak melepaskan serangan besar-besaran yang akan menciptakan kekacauan di perbatasan dengan Turki. Konflik di Suriah telah menewaskan lebih dari 370.000 orang sejak dimulai pada 2011. (AFP/eks)