Kapal Pesiar di Malaysia Terbakar, Satu WNI Tewas

CNN Indonesia | Jumat, 07/06/2019 20:28 WIB
Kapal Pesiar di Malaysia Terbakar, Satu WNI Tewas Ilustrasi. (Foto: IVER ANDREAS TUENE/via REUTERS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang pria Warga Negara Indonesia (WNI) tewas di kapal mewah dua tingkat yang terbakar Kamis (6/6) dini hari di kawasan perbaikan kapal di Bukit Malut, Langkawi, Malaysia. 

Selain itu, beberapa WNI lain yang sedang berada di lokasi kejadian juga dilaporkan terluka. Laporan korban WNI yang tewas dan luka-luka dalam kejadian ini telah dikonfirmasi oleh pihak KJRI Penang.

"Betul ada WNI yang tewas dan luka-luka sebagai korban kebakaran. Jenazah WNI yang tewas saat ini sedang dibawa ke Alor Setar, sedangkan WNI korban luka-luka masih dirawat di RS dan belum siuman," kata Staf Konsuler KJRI Penang, Esther seperti dikutip Antara, Jumat (7/6).


Korban tewas tercatat bernama Normansyah (24). Sedangkan korban WNI yang terluka adalah Ni Made Ayu Yukagoni (20), Sigit Eko Sandrib (29), Arief Suharmako (36), Bulius Wecaksono (23). Korban luka dirawat di Rumah Sakit Langkawi.
KJRI hingga kini masih berkoordinasi untuk proses pengurusan jenazah serta pemulihan korban-korban di RS dengan pihak-pihak terkait di Langkawi.

Mayat Normansyah ditemukan setelah operasi pencarian yang dilakukan sejak semalam. Korban, sebelumnya dilaporkan hilang dalam peristiwa yang terjadi pukul 02.55 waktu setempat.

Petugas Pemadam Kebakaran Kedah (JBKM) Mohamadul Ehsan Mohd Zain mengatakan mayat korban ditemukan pada Kamis (6/6) pukul 19.12 malam oleh pasukan Unit K9.
Saat kejadian, empat laki-laki dan seorang wanita WNI yang merupakan pekerja di tempat itu dilaporkan sedang berada di dalam kapal mewah dua tingkat tersebut. Ketika tim pemadam tiba di lokasi kejadian, api disebut masih berkobar dan baru berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 08.25 pagi.

Banyaknya timbunan barang di dalam kapal membuat petugas pemadam terpaksa menggunakan alat berat untuk membantu pencarian korban. Hingga kini, penyebab serta jumlah kerugian atas kejadian tersebut masih dalam penyelidikan.

[Gambas:Video CNN] (agn/ugo)