Boeing Disebut Sengaja Tunda Perbaikan 737 Max sejak 2017

Reuters, CNN Indonesia | Sabtu, 08/06/2019 05:20 WIB
Boeing Disebut Sengaja Tunda Perbaikan 737 Max sejak 2017 Boeing disebut telah mengetahui ada anomali pada sensor AOA sejak 737 Max pertama kali dikirim ke pelanggan (Stephen Brashear/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Boeing mengetahui bahwa lampu peringatan kokpit pada pesawat jet 737 MAX-nya rusak pada tahun 2017. Tetapi perusahaan itu malah menunda untuk memperbaikinya sampai tahun 2020. Hal ini diungkap oleh seorang anggota parlemen Amerika Serikat, Jumat (7/7).

Lampu peringatan yang rusak itu memiliki peran penting. Ia adalah tanda peringatan yang memberi tahu pilot jika dua sensor yang mengukur sudut antara aliran udara dan sensor di sayap tidak selaras.

Kesalahan pelacakan dari data "angle of attack" (AOA) inilah yang diduga menjadi penyebab dua kecelakaan mematikan yang melibatkan seri 737 MAX 8 terlaris Boeing. Kecelakaan itu terjadi di Indonesia pada Oktober dan di Ethiopia Maret lalu.


Dua kecelakaan itu total menewaskan 346 orang. Peristiwa ini telah memicu penyelidikan oleh regulator penerbangan dan anggota parlemen AS. Hal ini juga membuat Boeing yang berbasis di Chicago menghadapi salah satu krisis terbesar dalam lebih dari 100 tahun sejarah perusahannya berdiri.

Pada November 2017, Boeing memutuskan untuk menunda pembaruan peranti lunak untuk memperbaiki anomali sensor tersebut. Anomali yang disebut sebagai cacat peringatan Ketidaksepakatan AOA ditunda perbaikanya hingga 2020, tiga tahun setelah kelemahan itu ditemukan, kata anggota Kongres AS Peter DeFazio dan Rick Larsen dalam siaran persnya.

Ia pun menyebut kalau Boeing hanya mempercepat jadwal perbaikan software ini setelah kecelakaan Lion Air di Indonesia terjadi.

Namun juru bicara Boeing, Gordon Johndroe menampik tuduhan itu. Saat dihubungi via email, menurutnya berdasarkan tinjauan perusahaan, tidak adanya peringatan Ketidaksepakatan AOA semestinya tidak berdampak signifikan pada keseluruhan keselamatan atau operasional pesawat.

"Berdasarkan tinjauan keamanan, pembaruan dijadwalkan bersama dengan masuknya MAX 10 ke dalam layanan pada tahun 2020," kata Johndroe.

"Kami gagal dalam penerapan peringatan Ketidaksepakatan AoA dan mengambil langkah-langkah untuk mengatasi agar masalah ini sehingga tidak terjadi lagi."

Boeing mengatakan telah menemukan masalah itu pada 2017, segera setelah mulai mengirimkan 737 MAX kepada para pelanggan. Tetapi Boeing diam-diam.

Mereka tidak memberi tahu Federal Aviation Administration (FAA) AS soal adanya cacat tersebut hingga kasus jatuhnya Lion Air menyeruak. Peristiwa ini terjadi satu tahun setelah 737 Max mulai dikirim ke pelanggan.

Komite Dewan Perwakilan untuk Transportasi dan Infrastruktur telah mengirim surat ke Boeing. Pemasok United Technologies Corp dan FAA pun meminta rincian lebih lanjut tentang peringatan Ketidaksepakatan AoA, kata anggota parlemen tersebut.

Surat itu adalah permintaan catatan kedua yang dikirim oleh komite kepada Boeing dan FAA terkait dengan penyelidikannya terhadap pesawat MAX. (eks/eks)