Polling CNN: Mayoritas Warga AS Pikir Trump Menang Lagi 2020

CNN Indonesia | Kamis, 06/06/2019 15:33 WIB
Polling CNN: Mayoritas Warga AS Pikir Trump Menang Lagi 2020 Presiden AS Donald Trump. (REUTERS/Leah Millis)
Jakarta, CNN Indonesia -- Hasil jajak pendapat (polling) CNN yang dilakukan lembaga riset SSRS menunjukkan mayoritas warga Amerika Serikat (AS) berpikir bahwa Donald Trump akan kembali memenangkan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2020 mendatang, meski didera isu perekonomian AS akan bergerak negatif.

Polling terbaru ini mengungkap 54 persen responden menebak Trump akan kembali menang dalam Pilpres 2020, sedangkan 41 persen berpikir ia akan kalah. Lebih banyak warga AS yang yakin Trump bakal kembali menang, ketimbang Barack Obama kala akan kembali mencalonkan diri kembali saat Pilpres 2011.

Dalam survei yang dilakukan setelah kematian Osama Bin Laden, sekitar 50 persen berpikir Obama akan menang dalam jajak pendapat itu.


Hasil polling CNN terbaru ini juga berbanding terbalik dibanding hasil polling serupa pada Desember 2018 yang menunjukkan mayoritas (51 persen) warga AS memperkirakan Trump tak bakal terpilih lagi.


Ketidaksukaan pada Presiden AS sangat terasa pada jajak pendapat, khususnya di antara responden yang tak memilih Trump. Diminta untuk menjelaskan dengan kata-kata mereka sendiri mengapa tidak setuju dengan Trump, sebagian besar menyebut kebohongan, rasisme, ketidakmampuan, dan tidak bertindak sebagai presiden sebagai alasan.

Sementara mereka yang menyetujui cara Trump menangani pekerjaannya sebagai Presiden fokus pada pencapaian dan isu-isu. Sekitar seperempat responden yang memilih Trump menyebut ekonomi sebagai alasan utama mereka mendukungnya, lalu disusul 12 persen karena alasan menepati janji, dan 5 persen terkait kebijakan perbatasan.

Ekonomi tetap menjadi poin utama opini publik terkait Trump. Secara keseluruhan, 7 dari 10 responden mengatakan ekonomi dalam kondisi baik, hampir sama dengan Maret. Sebanyak 52 persen responden juga mengaku setuju dengan cara Trump menangani ekonomi.


Sementara responden hanya memberikan sedikit pujian terkait perdagangan luar negeri. Sebanyak 41 persen mengaku setuju dengan kebijakan Trump, sedangkan sisanya tak setuju.

Pada isu imigrasi, 41 persen responden setuju dengan kebijakan Trump, lebih tinggi dari persentase responden yang setuju dengan kebijakan perdagangan luar negeri.

Namun, persepsi warga Amerika tentang ancaman yang ditimbulkan oleh Iran dan Korea Utara telah menurun selama setahun terakhir. Dalam jajak pendapat Mei 2018, 47 persen mengatakan mereka menganggap Korea Utara ancaman yang sangat serius bagi Amerika Serikat. Namun, saat ini hanya 34 persen yang menganggap demikian.

Jajak pendapat CNN dilakukan oleh SSRS 28-31 Mei menggunakan sample acak dengan 1.006 orang dewasa yang dihubungi melalui telepon rumah atau ponsel oleh pewawancara langsung. Hasil untuk sampel penuh memiliki margin kesalahan pengambilan sampel plus atau minus 3,8 poin persentase. (CNN/agi)