Media Pro China Tuduh Demo Hong Kong Ditunggangi Asing

CNN Indonesia | Senin, 10/06/2019 18:49 WIB
Media Pro China Tuduh Demo Hong Kong Ditunggangi Asing Demonstrasi menolak RUU Ekstradisi di Hong Kong. (REUTERS/Tyrone Siu)
Jakarta, CNN Indonesia -- Media China menuduh demonstrasi besar-besaran di Hong Kong pada Minggu (9/6) kemarin disusupi pihak asing. Surat kabar partai Komunis China, Global Times, juga menuduh oposisi Hong Kong "berkolusi dengan negara Barat" untuk melawan pemerintah wilayah itu yang pro-Beijing.

"Sangat penting dicatat bahwa beberapa pihak internasional telah memperkuat interaksi mereka dengan oposisi Hong Kong dalam beberapa bulan terakhir," demikian isi editorial surat kabar berbahasa Mandarin itu, Senin (10/6).

Global Times merujuk interaksi itu pada pertemuan antara sejumlah tokoh oposisi Hong Kong dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo, dan Ketua Dewan Perwakilan AS, Nancy Pelosi, beberapa waktu lalu.


Koran itu menuduh pertemuan tersebut sebagai bentuk "kolusi".
Selain itu, surat kabar tersebut juga membantah bahwa aksi protes yang dihadiri ratusan ribu warga Hong Kong tersebut merupakan yang terbesar sejak wilayah itu diserahkan Inggris kepada China pada 1997 silam.

Demonstrasi tersebut merupakan bentuk protes warga Hong Kong yang menolak pembahasan rancangan undang-undang ekstradisi yang dinilai bisa semakin merampas kebebasan.

RUU itu memungkinkan otoritas Hong Kong mengirimkan narapidana untuk diadili di negara lain, termasuk ke China.

Meski begitu, anggota legislatif Hong Kong mengatakan RUU itu tak memberikan jaminan bagi narapidana yang diekstradisi agar mendapatkan proses persidangan adil.

Sementara itu, Harian China Daily yang berbahasa Inggris juga menganggap bahwa demonstrasi kemarin biasa saja dan bukan yang terbesar.
Dalam laporannya, China Daily mengklaim bahwa RUU itu telah didukung banyak pihak. Editorial koran itu menyatakan lebih dari 700 ribu orang mendukung RUU ekstradisi itu melalui petisi daring.

"Yang melawan RUU itu dalam bentuk protes hanya sekitar 240 ribu orang. Sayangnya, beberapa warga Hong Kong telah ditipu oleh kubu oposisi dan sekutu asing mereka untuk mendukung protes anti-ekstradisi," papar China Daily dalam laporannya seperti dikutip AFP.

Sementara itu, stasiun televisi China tak memberitakan aksi protes tersebut. Siaran utama berita pada Minggu malam oleh lembaga penyiaran nasional China sama sekali tak menyinggung demonstrasi di Hong Kong.

Kantor berita resmi China, Xinhua, juga hanya menekankan posisi Hong Kong "dalam menanggapi penolakan publik" terhadap pembahasan RUU tersebut.

[Gambas:Video CNN]

Otoritas China juga disebut memblokir kata kunci demonstrasi Hong Kong di situs pencarian dan media sosial Negeri Tirai Bambu. Pencarian terkait demonstrasi di Hong Kong di platform daring Weibo juga tidak membuahkan hasil. (rds/ayp)