Setahun Pertemuan Kim-Trump, Korut Desak AS Setop Permusuhan

CNN Indonesia | Selasa, 11/06/2019 21:00 WIB
Setahun Pertemuan Kim-Trump, Korut Desak AS Setop Permusuhan Korut meminta AS menghentikan sikap permusuhan dalam pernyataan, Selasa (11/6), sehari menjelang peringatan satu tahun pertemuan Kim Jong-un dan Donald Trump. (Reuters/Leah Millis)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Korea Utara meminta Amerika Serikat menghentikan sikap permusuhan dalam sebuah pernyataan pada Selasa (11/6), sehari menjelang peringatan satu tahun pertemuan Kim Jong-un dan Presiden Donald Trump.

"Kesabaran Korea Utara juga ada batasnya. Sekarang waktunya AS menghentikan kebijakan permusuhan mereka," demikian laporan kantor berita Korut, KCNA.
Pernyataan ini disampaikan sehari sebelum peringatan setahun pertemuan pertama antara Kim Jong-un dan Trump.
 
Pertemuan bersejarah itu digelar pada 12 Juni 2018 di Singapura dan menghasilkan penandatanganan kesepakatan awal untuk mencapai "denuklirisasi sepenuhnya."
 
Namun, pertemuan kedua Kim dan Trump di Vietnam pada Februari lalu gagal mencapai suatu kesepakatan.
Dalam konferensi pers setelah pertemuan di Hanoi tersebut, Trump membeberkan bahwa AS sebenarnya sudah menyiapkan satu dokumen kesepakatan yang dapat ditandatangani usai konferensi tingkat tinggi dengan Kim.

Menurut Trump, Kim menawarkan menutup sejumlah situs peluncuran rudal dan kompleks nuklir dengan timbal balik AS mencabut sanksi atas Korut.


Sementara itu, Trump ingin Korut melucuti senjata nuklir secara keseluruhan, baru AS dapat mencabut sanksi atas negara pimpinan Kim tersebut.

[Gambas:Video CNN]

Di akhir pertemuan, Trump memilih untuk tak meneken dokumen apa pun karena tidak mencapai kesepakatan mengenai denuklirisasi. 

Sejak saat itu, Korut terus berulah hingga akhirnya kembali menguji coba rudal mereka pada bulan lalu. Namun, Trump tetap menyimpan asa denuklirisasi. (ajw/has)