Rusia Tangkap Oposisi Putin dan 100 Pedemo Pendukung Jurnalis

CNN Indonesia | Rabu, 12/06/2019 19:59 WIB
Rusia Tangkap Oposisi Putin dan 100 Pedemo Pendukung Jurnalis Ilustrasi demonstrasi di Rusia. (AFP Photo/Maxim Zmeyev)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian Rusia dilaporkan menahan politikus oposisi, Alexei Navalny, dan 100 orang lainnya yang ikut serta dalam unjuk rasa protes penahanan seorang jurnalis investigatif, Ivan Golunov.

Saksi mata Reuters melaporkan setidaknya tiga personel kepolisian menggiring Navalny ke sebuah truk.
Sementara itu, kelompok pemantau OVD-Info melaporkan kepolisian juga mengamankan 100 orang lainnya. Beberapa orang dikabarkan dibawa polisi secara paksa.

Banyak dari pedemo yang ditahan dikabarkan merupakan jurnalis dan aktivis terkemuka Rusia. Mereka bersama Navalny berdemo memprotes keputusan kepolisian mendakwa Golunov dengan tuduhan narkoba secara tiba-tiba.


Golunov dikenal karena mengekspos skandal korupsi di kalangan pejabat Kota Moskow. Ia ditahan oleh kepolisian pada Kamis pekan lalu karena dituduh menjual narkoba.
Pendukung Gulunov mengecam dakwaan tersebut. Mereka menganggap Golunov dijebak. Penahanan Gulunov memicu persatuan media yang tidak biasa.

Saksi mata Reuters melaporkan setidaknya 1.000 orang turun ke jalanan kota Moskow, meneriakkan "Rusia akan bebas" dan "Rusia tanpa Putin".

Beberapa pengunjuk rasa mengenakan kaos putih yang bertuliskan, "Saya atau kami adalah Ivan Golunov".
"Kami datang untuk menunjukkan kepada pihak berwenang bahwa kami telah melakukan konsolidasi, bahwa kami bersatu," kata Vsevolod.

"Kami menuntut ratusan ribu kasus (kriminal) di mana orang-orang duduk di penjara secara tidak adil dan sekarang tengah ditinjau." (rds/has)