Trump Janjikan Tambah Pasukan ke Polandia Bendung Rusia

CNN Indonesia | Kamis, 13/06/2019 23:05 WIB
Trump Janjikan Tambah Pasukan ke Polandia Bendung Rusia Ilustrasi tentara Amerika Serikat. (Jerry Markland/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan pada Rabu (12/6) kemarin akan mengirimkan seribu pasukan tambahan ke Polandia untuk membendung Rusia yang semakin agresif. Hal ini disampaikan Trump setelah menerima kunjungan dari presiden Polandia, Andrzej Duda.

Jumlah tersebut setengah dari total dua ribu pasukan yang sebelumnya direncanakan Trump untuk dikirim ke Polandia ketika bertemu dengan Duda di Kantor Oval, Gedung Putih.
Hingga kini belum ada laporan rinci terkait penambahan jumlah pasukan tersebut, tetapi hal ini jauh dari harapan Polandia yang telah lama ingin supaya AS mendirikan pangkalan militer tetap di negaranya.

Trump tidak memberikan kepastian kepada Polandia terkait pendirian pangkalan tetap di negara tersebut. Sebab jika hal ini terjadi, tentunya akan memancing reaksi dari Rusia yang merupakan seteru AS.


"Saya tidak membicarakan tentang pangkalan permanen atau tidak," jelas Trump.

Sekitar lima ribu tentara AS bersama pasukan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) telah dikirim ke Polandia.
Trump juga mengatakan bahwa pasukan AS akan dipindahkan ke Polandia dari sesama anggota NATO, Jerman. Sementara itu, Polandia sedang mendirikan sejumlah fasilitas guna menampung kiriman pasukan tersebut.

Duda sendiri menyerahkan semuanya kepada AS terkait jumlah pasukan yang ia harapkan untuk dikirim ke Polandia.

Trump sontak bergurau dengan menjawab, "Ia (Duda) ingin 250 ribu pasukan."

Trump juga mengatakan bahwa Polandia memesan lebih dari 30 pesawat tempur F-35. Dalam kunjungan kepresidenan Polandia ke Gedung Putih, terlihat salah satu pesawat perang canggih melintasi istana.
Sementara itu, keputusan Trump untuk mengirim sejumlah pasukan ke Polandia disambut baik oleh Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg.

Melalui akun Twitternya, Stoltenberg menuliskan "penambahan jumlah pasukan menunjukkan komitmen kuat antara AS dan keamanan kawasan Eropa serta memperkuat ikatan antar negara di Samudra Atlantik." (ajw/ayp)