Trump Terima 'Surat Hangat' dari Kim Jong-un

CNN Indonesia | Rabu, 12/06/2019 14:11 WIB
Trump Terima 'Surat Hangat' dari Kim Jong-un Donald Trump mengaku menerima surat dari Kim Jong-un setahun setelah pertemuan pertama mereka, menunjukkan kedekatan kedua pemimpin meski perundingan mandek. (AFP Photo/Saul Loeb)
Jakarta, CNN Indonesia -- Meski perundingan soal denuklirisasi mandek, Presiden Donald Trump dan Kim Jong-un ternyata masih menjalin hubungan baik. Setahun setelah pertemuan pertama mereka, Trump bahkan mengaku menerima surat indah dari Kim.

"Saya jelas tidak bisa menunjukkan surat tersebut, tapi isinya sangat personal, sangat hangat, surat yang sangat indah," ujar Trump sebagaimana dikutip Reuters.
Ketika ditanya wartawan soal perundingan denuklirisasi dengan Korut yang mandek, Trump berusaha menutupi dan hanya berkata, "Saya kira semuanya akan berakhir positif."

Sementara itu, pemerintah Korea Utara sendiri belum memberikan konfirmasi mengenai surat Kim tersebut, baik secara langsung maupun melalui kantor berita propaganda mereka.


Situasi ini dianggap semakin memperlihatkan perbedaan sikap Trump dan Kim terkait denuklirisasi tersebut sejak pertemuan pertama mereka di Singapura tahun lalu.
Pada pertemuan pertama itu, Kim dan Trump sebenarnya sangat antusias hingga berhasil meneken satu kesepakatan menuju "denuklirisasi penuh" di Semenanjung Korea.

Asa denuklirisasi itu sempat tinggi, tapi kemudian turun karena ternyata ada perbedaan definisi "denuklirisasi" dari masing-masing pihak.

Setelah naik turun hubungan, Trump dan Kim akhirnya bertemu untuk kedua kalinya di Hanoi, Vietnam, pada Februari lalu. Namun, Trump dan Kim keluar dari ruang pertemuan tanpa kesepakatan apa pun.
Dalam konferensi pers setelah pertemuan di Hanoi tersebut, Trump membeberkan bahwa AS sebenarnya sudah menyiapkan satu dokumen kesepakatan yang dapat ditandatangani usai konferensi tingkat tinggi dengan Kim.

Menurut Trump, Kim menawarkan menutup sejumlah situs peluncuran rudal dan kompleks nuklir dengan timbal balik AS mencabut sanksi atas Korut.

Sementara itu, Trump ingin Korut melucuti senjata nuklir secara keseluruhan, baru AS dapat mencabut sanksi atas negara pimpinan Kim tersebut.

[Gambas:Video CNN]

Di akhir pertemuan, Trump memilih untuk tak meneken dokumen apa pun karena tidak mencapai kesepakatan mengenai denuklirisasi. 

Sejak saat itu, Korut terus berulah hingga akhirnya kembali menguji coba rudal mereka pada bulan lalu. Namun, Trump tetap menyimpan asa denuklirisasi dan selalu menanggapi tenang ancaman Korut. (has/has)