"Anggota Departemen Penyelidikan Kejahatan membawa terduga ke Sri Lanka hari ini," kata juru bicara Kepolisian Sri Lanka, Ruwan Gunasekera, seperti dilansir AFP, Jumat (14/6).
Ini adalah kedua kalinya aparat menangkap terduga teroris terlibat serangan teror di Sri Lanka yang berada di luar negeri. Mei lalu, Panglima Angkatan Bersenjata Mahesh Senanayake menyatakan dua terduga teroris dibekuk di Qatar dan Arab Saudi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Zahran yang memimpin organisasi Jemaah Tauhid Nasional (NTJ) disebut sebagai dalang dan pelaku teror bom itu. Dia dilaporkan meninggal dalam serangan bom bunuh diri.
Intelijen India dilaporkan sudah memberi tahu soal ancaman serangan teror kepada aparat Sri Lanka. Namun, diduga karena pertikaian politik antara Presiden Sri Lanka, Maithripala Sirisena, dan Perdana, Menteri Ranil Wickremesinghe, mereka gagal mencegahnya.
[Gambas:Video CNN]
Diduga informasi itu sengaja disembunyikan sehingga kedua belah pihak kini saling menyalahkan.
Catatan redaksi: redaksi mengubah judul sebelumnya karena ada kekeliruan dari kantor berita yang disadur. (ayp/ayp)