Balas Roket di Seminari Yahudi, Israel Serang Jalur Gaza

CNN Indonesia | Jumat, 14/06/2019 16:24 WIB
Balas Roket di Seminari Yahudi, Israel Serang Jalur Gaza Ilustrasi serangan di Jalur Gaza. (Reuters/Mohammed Salem)
Jakarta, CNN Indonesia -- Israel kembali menggempur markas Hamas di Jalur Gaza, Palestina, pada Jumat (14/6) pagi waktu setempat sebagai balasan atas serangan roket ke arah seminari teologi Yahudi.

"Semalam, roket diluncurkan dari Jalur Gaza ke wilayah Israel," demikian militer Israel membuka pernyataan yang dikutip AFP.
Sebagai respons atas roket itu, Pasukan Udara Israel mengerahkan "jet tempur dan pesawat untuk menargetkan infrastruktur teror di kompleks militer dan kawasan militer angkatan laut Hamas sebagai bagian serangan ke sejumlah situs teror Hamas sepanjang Jalur Gaza."
 
Seminari yang terletak di kota Sderot, Israel, itu sebenarnya memang sepi dan kosong saat roket menghantam wilayah tersebut.

Semua siswa pergi meninggalkan tempat kejadian dan kembali ke rumah mereka guna merayakan hari Sabat bersama keluarga yang dimulai hari ini.
Menurut penuturan Mantan Menteri Pertahanan Amir Peretz, "Jika roket tersebut diluncurkan lebih awal beberapa jam, maka sudah dipastikan akan terjadi bencana."
 
Kepolisian Israel juga melaporkan kerusakan bangunan sekolah akibat hantaman keras dari roket Palestina tersebut.
 
Pasukan militer Israel pun meminta Hamas bertanggung jawab atas segala insiden yang terjadi dan berasal dari Jalur Gaza tersebut.
 
Insiden di kota Sderot ini sendiri merupakan aksi balasan Palestina karena pesawat tempur Israel telah lebih dulu menyerang markas Hamas, Jalur Gaza, pada Kamis (13/6).
 
[Gambas:Video CNN]


Angkatan udara Israel sebelumnya juga sempat mengadang roket yang diluncurkan dari Jalur Gaza. Ini merupakan serangan roket pertama sejak suasana mereda selama Ramadan.
 
Kini, Israel juga mengingatkan para nelayan agar tidak melaut di kawasan Jalur Gaza karena banyak serangan bom balon dari Palestina.
 
Serangan balon-balon oleh Palestina pada tahun lalu juga mengakibatkan kebakaran di lahan pertanian wilayah Israel.
 
Selain itu, ada kekhawatiran peningkatan gejolak antara kedua negara menjelang pemilu Israel 17 September mendatang. (ajw/has)